Pernikahan Dibawah Umur 20 Tahun Ternyata Sangat Berbahaya

Jawa Barat —Senin, 8 Mar 2021 12:20
    Bagikan:  
Pernikahan Dibawah Umur 20 Tahun Ternyata Sangat Berbahaya
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Indah Gilang.(foto:bagdja)

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Pernikahan dibawah umur 20 Tahun ternyata sangat berbahaya, karena menikah saat usia belum siap akan juga berisiko pada keguguran yang lebih besar, risiko ibu mengalami anemia tinggi, darah tinggi, dan anak lahir prematur.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Indah Gilang, Senin (08/03/2021).

Ditambahkan Indah, bahayanya menikah usia dini atau dibawah 20 tahun. Sebab, pernikahan dini bisa berdampak pada kesehatan fisik mental.

Karena bagi perempuan dampak menikah dalam usia dini akan dirasakan saat hamil, sedangkan bagi pihak laki-laki dampaknya akan dirasakan pada mental.

"Akan timbul beberapa masalah, di antaranya organ reproduksi masih belum terbentuk sempurna, jadi belum siap hamil," jelas Indah.

BACA JUGA : Anak Bupati Bandung Barat,  Andri Wibawa Diduga Terlibat Kasus Tindak Pidana Korupsi


Berisiko pada Keguguran

Juga kata Indah, menikah dalam usia dini akan berisiko pada keguguran yang lebih besar, risiko ibu mengalami anemia tinggi, darah tinggi, anak lahir prematur, dan masalah psikologis.

"Karena masalahnya belum dewasa dan akan timbul konflik, depresi dan cemas. Resiko timbul kekerasan dalam rumah tangga juga lebih besar," jelas Indah.

Ditambah dengan hamil saat usia dini juga berisiko pada kematian ibu. Sebab, pendarahan pada saat melahirkan lebih tinggi.

"Jadi resiko kematian juga jadi lebih tinggi," ucapnya kembali.

Indah menyarankan agar perempuan tidak melangsungkan pernikahan secara dini atau dibawah umur 20 tahun.

"Tapi kalaupun ada pernikahan sebelum usia 20 tahun, disarankan untuk menunda kehamilan sampai usia ibu 20 tahun," sarannya.

BACA JUGA  :Dedi Mulyadi Bantu PSK : Mudah-mudahan Ini Titik Awal yang Baik bagi Dirinya

 

Pandemi Covid-19

Hal yang sama diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Fitriani Manan.

Menurut Fitri,  berdasarkan kategori usia pria saat menikah, mayoritas didominasi usia 25-30 tahun yang mencapai 1.747 orang, Kemudian usia 21-24 tahun ada 1.014 orang, usia 31 tahun ke atas ada 846 orang, usia 19-20 tahun ada 171 orang dan usia 18 tahun ke bawah ada 2 orang.

Sementara usia perempuan saat menikah usia 18 tahun ke bawa ada 37 orang, usia 19-20 tahun ada 457 orang, usia 21-24 ada 1.335 orang, usia 25-30 ada 1.295 orang dan usia 31 ke atas ada 656 orang.

Menurut Fitri, dengan mewabahnya pandemi Covid-19, ini sangat mempengaruhi angka pernikahan di Kota Cimahi.

Dimana ketika virus Corona tersebut muncul, ada kebijakan untuk larangan menggelar resepsi pernikahan.

Dari total sepanjang tahun 2020, bahkan bulan Mei di Kecamatan Cimahi Utara tidak ada pernikahan sama sekali. Sementara di dua kecamatan lainnya masih ada meski jumlahnya sanga turun drastis.


BACA JUGA : Pernikahan Dibawah Umur 20 Tahun Ternyata Sangat Berbahaya


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait