Pemkot Cimahi Targetkan Tahun Ini Enam Aset Perumahan Bisa Diakuisisi

Jawa Barat —Senin, 8 Mar 2021 20:27
    Bagikan:  
Pemkot Cimahi Targetkan Tahun Ini Enam Aset Perumahan  Bisa Diakuisisi
Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani mengatakan, tahun ini pihaknya berharap bisa mengakuisisi aset enam perumahan di Kota Cimahi. Namun titik-titiknya belum ditentukan.

"Kita targetnya 6 PSU tahun ini yang bisa ditarik asetnya menjadi milik pemerintah," kata Amy,  di ruang kerjanya, Senin (08/03/2021).

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Sarana Prasarana Utilitas Perumahan dan Pemukiman di Daerah dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 10 tahun 2017 Tentang Penyediaan Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman, pengembang atau developer harus menyerahkan fasos dan fasum kepada pemerintah.

Di Kota Cimahi, tercatat ada sekitar 100 perumahan, namun yang asetnya sudah diserahkan ke pemerintah daerah baru sedikit.

BACA JUGA : Dua  Geng Motor Saling Baku Hantam Dua Orang  Dilarikan ke Rumah Sakit

 

Kesulitan Lakukan Serah terima

Tahun lalu, kata Amy, pihaknya sudah mengakuisisi enam aset fasos dan fasum perumahan. Yakni Istana Gardenia, Grand Cimahi City, Nanjung Regency, Royal Pancanaka Garden, Pondok Mas dan Taman Bukit Cibogo.

Bahkan, lanjut Amy, pihaknya mulai menyasar target perumahan yang akan diakusisi aset Fasos dan Fasum. Namun terhalang pandemi Covid-19 sehingga kegiatannya harus ditunda sementara waktu.

“Kemarin ada tambahan satu. Mereka sangat kooperatif," ucapnya.

Tidak hanya itu saja, karena adanya pandemi Covid-19, pihaknya mengalami kesulitan melakukan serah terima fasos dan fasum lantaran pengembang proyek perumahan rata-rata tidak bisa dihubungi.

"Misalnya yang Bukit Cimindi, sudah ditelepon pengembangnya tapi tidak merespon. Kita akan coba bersurat juga, kalau masih tidak ada respon kita ganti dulu ke perumahan yang sudah siap seperti Royal Pancanaka Garden di Ciuyah, Cipageran," ungkapnya.

BACA JUGA : Anak Bupati Bandung Barat,  Andri Wibawa Diduga Terlibat Kasus Tindak Pidana Korupsi


Menambah Ruang Terbuka Hijau

Amy melanjutkan, akusisi aset fasos dan fasum perumahan ini menjadi salah satu cara untuk mempertahankan dan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) (die) Kota Cimahi.

"Ini program signifikan untuk menambah RTH. Jadi nanti RTH di perumahannya kita kelola biar tidak beralih fungsi,"jelasnya.

Fasos dan fasum yang diserahkan ke Pemerintah Kota Cimahi rata-rata memiliki luas hingga 50 persen dari total luas komplek perumahannya.

"Sekitar 40 persen sampai 50 persen. Jadi lumayan pemasukannya buat daerah. Kalau nilai asetnya, engga tentu karena disesuaikan dengan appraisal. Misalnya di Leuwigajah, ada yang NJOP-nya Rp 3 juta permeter, dengan luas lahan punya kita hampir 1,5 hektare, jadi sekitar Rp 4,5 miliar nilai asetnya," pungkasnya.(Bagdja)


BACA JUGA : Pemkot Cimahi Targetkan Tahun Ini Enam Aset Perumahan  Bisa Diakuisisi

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait