Kakek Saryuni, Pengrajin Anyaman Bambu di Pangandaran, Bertahan di Usia Senja

Jawa Barat —Selasa, 9 Mar 2021 06:46
    Bagikan:  
Kakek Saryuni, Pengrajin Anyaman Bambu di Pangandaran, Bertahan di Usia Senja
Kakek Saryuni (94) tengah menganyam bambu di depan rumahnya. (dry)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Usia boleh lanjut. Namun, Saryuni (94) warga Dusun Sukamaju Rt 5/11 Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masih aktif menekuni pekerjaannya sebagai pengrajin bambu. Ia masih bertahan di usia yang sudah senja.

Usia yang sudah tidak muda lagi, tidak membuat dirinya patah semangat dalam mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Saryuni mengisi waktu masa tuanya dengan membuat berbagai anyaman dari bahan baku bambu. Seperti anyaman boboko (tempat nasi,red) cetok, kipas bambu (hihid,red), kukusan (aseupan,red), ayakan, dan lainnya.

"Ketika saya masih muda dulu, membuat anyaman bambu hanya kerjaan sampingan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Karena selain bertani, saya juga bekerja sebagai buruh serabutan," ujar Saryuni kepada POSKOTAJABAR, Senin (08/03/2021).

BACA JUGA:  Status Kabupaten Pangandaran Turun dari Zona Risiko Sedang Menjadi Rendah

Namun, kata dia, ketika sepuluh tahun belakang, tepatnya tahun 2011 lalu istrinya meninggal dunia. "Sejak istri meninggal, saya fokus bekerja menjadi seorang pengrajin bambu," ucapnya.

Dia mengaku, untuk menyelesaikan satu kerajinan tangan, bukan hal yang mudah, selain membutuhkan ketelatenan juga kesabaran yang cukup tinggi agar barang yang dihasilkan memuaskan pelanggan. “Harganya tidak dipatok, seperti hihid dijual dengan harga di kisaran Rp. 3.000 sampai Rp. 5.000 perbuah," tuturnya.

Untuk pemasaran, ia mengaku cukup kesulitan dan hanya mengandalkan pelanggan datang ke rumah. Meski demikian, tak jarang pelanggan datang untuk memesan dengan jumlah banyak.

"Saya biasa menjual kepada tetangga sekitar. Namun, kadang-kadang juga ada bakul yang pesan dengan jumlah banyak," ungkap Saryuni.

BACA JUGA:  Pemkot Cimahi Targetkan Tahun Ini Enam Aset Perumahan Bisa Diakuisisi

Meski sudah lanjut usia, namun ia masih tetap bisa produktif dengan membuat berbagai anyaman bambu. Hasil penjualannya, memang tidak seberapa, namun yang penting baginya bisa selalu beraktivitas.

"Kalau bahan baku bambu, cucu saya yang suka mencarinya. Dia penderes nira kelapa dan ketika ada waktu luang dia langsung mengambil batang bambu dari kebun," paparnya. (dry)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait