UPTD BBIAT Kota Cimahi Kembangkan Budidaya Ikan Hias

Gaya Hidup —Selasa, 9 Mar 2021 06:59
    Bagikan:  
UPTD BBIAT Kota Cimahi Kembangkan Budidaya Ikan Hias
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) saat ini sedang mengembangkan budidaya ikan hias. (foto:bagdja)

POSKOTAJABAR, CIMAHI,

Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi melalui  Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) saat ini sedang mengembangkan budidaya ikan hias.

Menurut Heri Herdiana, Kepala UPTD BBIAT Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, ada beberapa jenis ikan hias dan ikan konsumsi yang dikembangkan, seperti ikan frontisa, koridoras, hingga ikan nila.

Terlebih lagi, masyarakat dari berbagai kalangan menaruh banyak minat pada jenis ikan hias.

"Iya kita sedang coba kembangkan budidaya ikan hias, seperti frontosa, dan koridoras. Sedangkan untuk ikan konsumsi, kita sedang membudidayakan ikan nila dan ikan lele," kata Heri, Senin (08/03/2021).

Diakui pula oleh Heri, jenis ikan hias frontisa dan koridoras merupakan dua jenis ikan hias yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat, terutama penghobi ikan hias.

"Selama ini peminatnya banyak dari kalangan anak-anak, pedagang, masyarakat komunitas, hobies, toko ikan, dan lain-lain," bebernya.

BACA JUGA : Pernikahan Dibawah Umur 20 Tahun Ternyata Sangat Berbahaya

 

Dilakukan dengan Pola Pasif

Heri menuturkan bahwa saat ini kegiatan pemasaran ikan hias dan ikan konsumsi masih dilakukan dengan pola pasif, yaitu dengan menunggu pembeli datang langsung ke BBIAT.

"Kalau disini masyarakat yang pada datang langsung. Jadi kita tidak memasarkan ke luar, masyarakat yang tahu bahwa disini ada benih ikan. Ini tidak gratis, kita jual karena kita ada PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari penjualan benih," Tutur Heri.

Sementara itu, Heri mengakui kalau peminat ikan hias bukan hanya warga lokal, melainkan banyak juga warga dari luar negeri yang menyukai ikan hias yang tengah dibudiyakan oleh UPTD BBIAT, terutama ikan koridoras.

"Untuk ikan koridoras, kita suka ada permintaan dari eksportir. Kita tidak langsung ekspor, tapi melalui eksportir. Karena untuk jadi eksportir itu persyaratannya ketat banget, jadi melalui eksportir dari Kota Bandung, dan dari Cimahi juga ada. Biasanya para eksportir ini menjualnya ke Jepang atau Korea," ungkap Heri.

Heri melanjutkan jika Target PAD dari penjualan benih ikan di tahun ini sebesar Rp 50 juta. Angka tersebut lebih banyak dibanding target PAD sebelumnya yang hanya mencapai Rp 32 juta.

"Target sekarang Rp 50 juta di tahun 2021, tahun lalu karena dalam situasi pandemi jadi targetnya Rp 32 juta. Kalau sekarang meningkat, mudah-mudahan kondisi masyarakatnya membaik. Kita juga lihat perkembangan, apakah bisa tercapai atau tidak, itu tergantung daya beli masyarakat," sebutnya.

BACA JUGA : Pernah Dipenjara karena Mencuri, TN Kembali Ditangkap Polisi

PAD Jasa Usaha Benih Ikan

PAD sektor jasa usaha benih ikan didapat dari penjualan ikan konsumsi dan ikan hias yang mulai digarap sejak tahun 2018, lanjut Heri.

"Untuk harga jualnya tergantung ukuran. Kalau ikan nila dan lele untuk ukuran 5 sampai 7 sentimeter dijual dengan harga Rp 60 ribu per liternya. Kalau ikan koridora 1 inchinya sekitar Rp 1.500 per ekor, kalau ikan frontosa untuk ukuran 1 inchi itu sekitar Rp 3.000 per ekor, untuk ukuran 2 inchi sekitar Rp 6.000 sampai Rp 8.000, tergantung ukurannya," beber Heri.

"Yang paling banyak peminatnya adalah ikan nila dan lele, karena daya tahannya, serta pemeliharaannya lebih mudah, dan pakannya juga tidak terlalu repot," tambah Heri.

Kata Heri, musim penghujan seperti sekarang ini, sedikit berpengaruh terhadap proses pemijahan. "Musim hujan ini biasanya di proses pemijahan pengaruhnya. Kalau ada perubahan musim, biasanya ada telur yang ngga netes, paling itu. Kalau ada perubahan cuaca ya. Seperti kemarin hujan terus-terusan, ke indukannya jadi telat," pungkasnya. (Bagdja)


BACA JUGA : UPTD BBIAT Kota Cimahi Kembangkan Budidaya Ikan Hias

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait