Asal-usul Hantu Kuyang, Kepala Manusia Pemakan Bayi dan Darah Perempuan yang Meneror Nusantara

Gaya Hidup —Selasa, 9 Mar 2021 15:17
    Bagikan:  
Asal-usul Hantu Kuyang, Kepala Manusia Pemakan Bayi dan Darah Perempuan yang Meneror Nusantara
ILUSTRASI/alhidamart

POSKOTAJABAR,BANDUNG

Asal-usul Hantu Kuyang, Kepala Manusia Pemakan Bayi dan Darah Perempuan yang Meneror Nusantara-Pernah kah kamu mendegar mahluk halus bernama kuyang?Kuyang sebenarnya adalah nama hantu yang sangat melegenda di wilayah Kalimantan. Namun beberapa waktu Kuyang menghebohkan warga Jawa barat Bandung, hingga Banjar dan beberapa wilayah Indonesia lainya.

Asal-usul Hantu Kuyang, Kepala Manusia Pemakan Bayi dan Darah Perempuan yang Meneror Nusantara-Lalu hantu seperti apakah kuyang itu? Kuyang Biasanya berwujud wanita. Ia bisa melepas kepala dari bagian tubuhnya dan terbang bersama organ tubuhnya seperti jantung, hati, usus dan ginjal. Apabila kuyang terbang di malam hari, biasa ada semacam cahaya merah atau api kecil yang mengikutinya.

Dari cerita yang berkembang di wilayah Kalimantan,kuyang dipercaya merupakan sosok seorang manusia yang sedang mendalami ajaran ilmu hitam.

Baca juga: Andin Tahu Anak Kandungnya Masih Hidup, Begini Reaksi Aldebaran, Ikatan Cinta Malam Ini

Kuyang adalah manusia hantu yang suka menghisap darah bekas seorang ibu melahirkan, bahkan suka menghisap darah bayi yang baru dilahirkan. Kuyang memiliki dua taring di kiri dan kanan mulutnya.

Biasanya,kuyang mencari mangsa pada malam hari. Dan untuk mengelabuhi korbannya, sewaktu-waktu kuyang bisa berubah menjadi seekor burung atau kucing. Dan pada siang harinya ia berubah dan berbaur dengan manusia lainya.

Sedangkan di Banjar mencirikan kuyang sebagai seorang perempuan berambut panjang yang saat berjalan di malam hari selalu menutupi bekas guratan di lehernya atau menutupi bagian kepala dengan kain, supaya tidak kepanasan terkena sengatan matahari.

Menurut kepercayaan hantu kuyang akan takut dengan :

  • Bawang Merah tunggal
  • Sisir
  • Cermin
  • Pisau
  • Rumput Cirangau

Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Besok Rabu 10 Maret 2021, Taurus Berusaha Sendiri, Sagitarius Kesempatan Baru

Umumnya, orang Banjar juga menggunakan tali ijuk sebagai tali ayunan bayi yang dipukung. Tujuannya, untuk mencegah dan menghindari gangguankuyang dan makhluk halus.

Sebab, konon katanya, kuyang dan makhluk halus itu takut dengan tali ijuk. Untuk itu, ijuk juga dipakai sebagai dinding atau pelindung rumah. Caranya dengan mengikatkan tali ijuk tersebut di sekeliling bagian atas rumah. Biasanya, kuyang yang melayang bersama organ tubuhnya itu akan tersangkut di tali ijuk yang terpasang di atap dan dedak bisa menempel di organ-organ dalam miliknya.

Menarknya menurut cerita, kuyang di Kalimantan punya minyak sakti yang disebut Minyak Kuyang, dalam bahasa setempat disebut Langa Kawiyang atau Minyak Kawiyang, Minyak Sumbulik atau Minyak Kuyang.

Minyak tersebut adalah sumber kesaktian kuyang. Menurut mitos, manusia biasa yang terkena Minyak Kuyang itu bisa berubah menjadi mahkluk tersebut.res/berbagaisumber

Baca juga: Asal-usul Hantu Kuyang, Kepala Manusia Pemakan Bayi dan Darah Perempuan yang Meneror Nusantara

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait