Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Menyatakan Siap Menerima Resiko, Terkait Ucapannya akan Mengirim Santet kepada Moeldoko

Nasional —Selasa, 9 Mar 2021 20:36
    Bagikan:  
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Menyatakan Siap Menerima Resiko, Terkait Ucapannya akan Mengirim Santet kepada Moeldoko
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengancam akan mengirim santet kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko. (lebakkab.go.id)

POSKOTAJABAR, RANGKASBITUNG. 

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, menyatakan tidak gentar, akan siap menerima apapun resikonya akibat pernyataannya yang akan melakukan santet terhadap Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko. Pernyataannya itu, mendapatkan sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan, pernyataan itu disangkutkan dengan UU ITE, karena disebut mengancam Moeldoko yang kini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Nggak apa-apa, akan kita hadapi. Semua ada resikonya, prajurit ada resikonya dan pemimpin itu ada resikonya. Tapi, intinya DPD Demokrat Banten,  tetap akan berjuang membela sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sebab, KLB yang dilakukan itu ilegal tidak sesuai dengan kaidahnya,” tegas Iti Octavia, Selasa (09/03/2021).

Menurut anak mantan Bupati Lebak itu, mengatakan, goncangan yang tengah dihadapi dirinya maupun partai, merupakan suatu batu pijakan untuk semakin kuat, dan kompak lagi dalam menghadapi berbagai permasalahan.

BACA JUGA:  Pemkot Sukabumi Masih Menunggu Kouta P3K dan CPNS Formasi 2021

“Lahirnya seorang pemimpin yang hebat itu, tidak mungkin berasal dari laut yang tenang. Ya, temen-temen juga mengikuti perjalanan saya, tau tantangan dan masalah seperti banjir bandang kemarin. Namun, kami tetap solid dan insya Allah akan terus solid,” tandasnya.

Seperti diketahui, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengeluarkan pernyataan yang sangat keras terhadap Kepala Staff Presiden (KSP), Moeldoko. Ia mengancam akan melakukan santet. Pernyataan itu kemudian mendapatkan sorotan dari berbagai elemen masyarakat. 

Pernyataan itu, kemudian disangkutkan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena disebut telah mengancam Moeldoko yang kini telah menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Sumut. 

"Ancaman santet terhadap Pak Moeldoko yang dilontarkan Iti melalui media masa itu bisa dijerat dengan UU ITE. Yang disampikan Iti itu, jelas sebuah ancaman tehadap pribadi Pak Moeldoko," kata Anggota DPRD Lebak Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Musa Weliansyah, Selasa (09/03/2021).

BACA JUGA:  Tim Kajian UU ITE Undang Aktivis dan Praktisi Media Sosial

Musa mengaku kecewa terhadap pernyataan Bupati Lebak dua periode itu. Sehingga, ia meminta agar Bupati yang merupakan pimpinan daerah itu agar bisa lebih mengendalikan emosinya.

"Saya berharap, Bupati Iti bisa introspeksi diri, supaya bisa mengendalikan emosi yang berlebihan. Pada dasarnya, mendukung beliau tetap tegas dan keras. Namun,harus cerdas, sopan, dan santun. Jangan sampi, kata-kata santet pake lulucon. Ini nggak lucu kok," tegasnya. (Poskota/nst)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait