Partai Demokrat Didzolimi, Zulkifly Chaniago : Siap Tampil pada Garda Terdepan

Jawa Barat —Selasa, 9 Mar 2021 22:21
    Bagikan:  
Partai Demokrat Didzolimi, Zulkifly Chaniago : Siap Tampil pada Garda Terdepan
ekretaris Fraksi Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat (Jabar), H Zulkifly Chaniago, BE (Foto Aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Anggota Fraksi Partai Demokrat, yang ada di 34 Provinsi, dan 514 Kabupaten Kota se-Indonesia, solid di bawah komando Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan siap mempertaruhkan nyawa.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat (Jabar), H Zulkifly Chaniago, BE mengatakan hal tersebut di atas, saat ditemui POSKOTAJABAR di ruang Fraksi Partai Demokrat Gedung DPRD Jabar, Jl Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (09/03/2021).

"Kami siap mempertaruhkan nyawa kami untuk beliau. Selama hayat dikandung badan. Siap kalau memang nanti ada keputusan dari pemerintah yang menzholimi Partai Demokrat. Kami, siap untuk tampil pada Garda yang terdepan," katanya berapi-api.

Atas nama pribadi, Zul, panggilan karib dari H Zulkifly Chaniago menyikapi kondisi sosial politik nasional saat ini, soal adanya upaya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang saat ini secara sah dipimpin Ketum AHY, dengan Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini fakta, fakta secara hukum. Ya, legal standingnya seperti itu," ungkapnya.

BACA JUGA : Inilah Besaran Anggaran Persiapan Pelaksanaan Babak Kualifikasi Porprov Jabar 2021


 AD-ART Mengatur Secara Jelas KLB


Menurut Zul, saat semua sedang fokus bekerja dan bertugas sesuai Tupoksinya, tiba-tiba ada yang mengaku-ngaku diangkat sebagai Ketum Partai Demokrat. Siapa orang itu, tanya Zul. Ini negara Hukum. Negara Demokrasi. Ujug-ujung ada yang mengaku diangkat oleh yang namanya Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deliserdang.


Politisi Partai Demokrat dari Dapil 11 (Subang Majalengka Sumedang--SMS), menerangkan Partai Demokrat punya Anggaran Dasar (AD) Anggaran Rumah Tangga (ART) yang menjabarkan secara jelas aturan KLB.

"AD ART kemi resmi, disahkan oleh pemerintah, dan itu yang kita ikuti, mau mengikuti apa lagi," ungkapnya.



Dilaksanakan Berlandaskan Hukum

Dalam AD ART sudah sangat jelas dikatakan, kalau terjadi kemungkinan KLB, ada instruksi dari Majelis Tinggi Partai, Dihadiri/diusulkan oleh 2/3 (dua pertiga) Ketua DPD sebagai pemilik suara sah, dan 1/2 (satu perdua) Ketua DPC serta disetujui oleh Ketua Majelis Tinggi Partai.

Indonesia ini, jelas Zul, adalah negara hukum. Semua kegiatan, harus dilaksanakan berlandaskan hukum.

"Kalau pemerintah, sampai. Saya katakan lagi, kalau pemerintah sampai mengizinkan, mengeluarkan izin. Wah ini, kami juga bertanya, pemerintah seperti apa ini, jelas-jelas kita (partai) adalah salah satu pilar demokrasi," tanyanya. 

"Ini baru satu-satunya, kejadian seperti ini. Tidak ada masalah, kami di internal partai, santai-santai saja. Nyaman-nyaman saja. Ujug-ujug ada yang punya inisiatif KLB. Siapa itu orangnya. Aturan organisasi, aturan partai sudah jelas mengatakan, ada AD ART yang mengatakan demikian, tau-tau ada yang buat KLB. KLB apa itu," tanyanya kembali.(Aris)

BACA JUGA : Partai Demokrat Didzolimi, Zulkifly Chaniago : Siap Tampil pada Garda Terdepan 
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait