Soal PTM, Disdik Sambut Keputusan Kemendikbud dengan Sarana Prasarana dan Vaksin Guru

Pendidikan —Rabu, 10 Mar 2021 06:07
    Bagikan:  
Soal PTM, Disdik Sambut Keputusan Kemendikbud dengan Sarana Prasarana dan Vaksin Guru
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Edy Suparjoto.(foto:ist)

POSKOTAJABAR, BANDUNG
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menargetkan Pendidikan Tatap Muka (PTM) akan dilaksanakan pada permulaan tahun ajaran baru 2021-2022.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Edy Suparjoto telah mempersiapkan segala kebutuhan PTM.

Pertama, kata Edy, siap sarana prasarana, Sekolah wajib menyiapkan kelengkapan protokol kesehatan (Prokes) seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, toilet harus bersih, termasuk alat-alat kebersihan ruangan.

Kedua, tambah Edy, siap siswanya, secara mental atau psikologisnya siap tidak. "Kan kalau siswanya tidak siap, kita tidak bisa memaksakan," terangnya di acara Bandung Menjawab, Kota Bandung, Selasa (3/3/2021).

Ketiga, siap orangtuanya. Maksudnya, orangtua paham, kondisi zonasi. "Misalnya, bisa saja rumahnya hijau, sekolahnya merah," ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemkot Bandung Melalui BKPP Mengusulkan Penerimaan Sekitar 4.400 ASN Tahun 2021, Terbanyak Guru



Vaksin untuk  Guru

Selain itu, kata Edy, Guru dan Kepala Sekolah pun harus siap. Salah satunya dengan pemberian vaksin dan Kepala Sekolah siap dengan risiko yang akan diambil jika melakukan PTM.

"Pemerintah melalui Dinas Kesehatan mengoordinasikan para guru terutama di pendidikan formal targetnya sudah divaksin semua," katanya.

Untuk tahap satu penyuntikan itu sebanyak 1.339 orang. Namun di tahap awal sudah ada 20 orang sehingga menjadi 1.319 orang yang akan divaksin.

"Sedangkan Kepala Sekolah melalui analisa, kesiapannya tadi apakah sekolahnya sudah berani atau tidak membuka (PTM), sehingga nanti pada prakteknya tidak saling menyalahkan apalagiuncul yang tidak kita inginkan klaster baru pendidikan atau sekolah," lanjutnya. (Aris)


BACA JUGA :Soal PTM, Disdik Sambut Keputusan Kemendikbud dengan Sarana Prasarana dan Vaksin Guru


Editor: Suherlan
    Bagikan: