Sekda Kota Bandung Ema Sumarna Positif Covid-19, Dirawat di RSKIA

Jawa Barat —Rabu, 10 Mar 2021 19:31
    Bagikan:  
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna Positif Covid-19, Dirawat di RSKIA
Kadinkes Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, menyampaikan kabar bahwa Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, positif terpapar Covid-19. (Humas Pemkot Bandung)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, terkonfirmasi positif  Covid-19 sejak Selasa, 9 Maret 2021. Saat ini Ema sedang dirawat di RSKIA Bandung. Namun, secara keseluruhan kondisinya baik-baik saja. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, Rabu (10/03/2021).

"Baru tadi malam (masuk RS). Keadaan umumnya baik. Mohon doanya saja dari semua, semoga cepet pulih," ungkap Ahyani Raksanagara. 

Menurut Ahyani, sebelumnya Ema memang telah mendapatkan dua kali suntikan vaksin Covid-19. Tepatnya pada 14 dan 28 Januari 2021. Namun, hal itu tidak menjamin seseorang tidak terpapar Covid-19.

"Fungsi vaksinasi, kita tahu ada beberapa. Ada untuk individu, ada untuk yang lainnya. Buat individu meningkatkan daya tahan tubuh dan memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19. Tidak ada satu vaksin yang menjamin 100 persen," jelasnya.


Ahyani menyampaikan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seseorang bisa terpapar virus Covid-19. Di antaranya, virulensi kuman, kondisi tubuh, dan faktor lingkungan. Misalnya, virulensi kuman sendiri. Maksudnya jumlah virus yang masuk dan kekuatan virusnya, tidak bisa diketahui.

"Kedua, kondisi tubuh si orang tersebut kita tidak tahu seperti apa. Apakah memang kegiatan fisiknya sedang banyak atau seperti apa. Kemudian faktor lingkungan dan udara," tuturnya.

Lebih jauh Ahyani menegaskan, tujuan vaksinasi yaitu untuk meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh seseorang. Termasuk, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. 

"Jadi, seseorang yang diberi vaksinasi akan memiliki daya tahan untuk menangkal kepada virus itu jauh lebih besar daripada yang tidak divaksin. Sehingga, kalau kena, dia gejalanya ringan, tidak jatuh ke yang berat. Mengapa tidak 100 persen dapat menjaga kekebalan? Karena banyak faktor. Secara medis hal tersebut dapat terjadi," ungkap Ahyani.

Untuk itu, menurutAhyani, meski telah menerima Vaksin Covid-19, bukan berarti seseorang akan kebal dari paparan Covid-19. Namun, karena telah divaksin, maka orang yang terpapar bisa lebih cepat pulih. Pasalnya, "tentara-tentara" di tubuhnya sudah bisa membuat perlawanan. 


Selain itu, Ahyani juga mengingatkan, agar penerima vaksin tetap menerapkan protokol kesehatan. Jadi, 5M harus lebih disiplin meski sudah divaksinasi. 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Ahyani juga menegaskan, warga Kota Bandung yang memiliki kesempatan untuk divaksin, harus tetap melaksanakannya. Karena vaksin bisa meningkatkan daya tubuh terhadap virus. Selain itu, vaksin juga menciptakan kekebalan kelompok. 

"Jadi, jangan ragu untuk divaksin. Jika sudah terdaftar dan termasuk calon penerima, tetap laksanakan vaksinasi," papar Ahyani. (nst)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait