Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Selokan Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi

Jawa Barat —Kamis, 11 Mar 2021 07:47
    Bagikan:  
Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Selokan Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi
Ilustrasi sesosok mayat ditemukan di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi. (kronologi)

POSKOTAJABAR, BEKASI.  

Sesosok mayat pria ditemukan di selokan depan Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (10/03/2021). Korban bernama Andan (55) ditemukan di dalam selokan dalam posisi bertelungkup.

Menurut Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Akta Wijaya, adanya penemuan jasad pria di sebuah selokan depan Pasar Induk Cibitung tersebut, bermula dari laporan warga.

"Iya benar, laporan ditemukan pukul 10.20 WIB tadi," kata Akta ketika dikonfirmasi, Rabu (10/3/2021).

BACA JUGA:  Prostitusi Online Memperdagangkan Anak Dibawah Umur, Dibongkar Unit IV Siber Polda Jawa Timur

Dia mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan jalan bernama Emin. Ketika itu, Emin tengah membersihkan sampah di jalan termasuk saluran depan Pasar Induk Cibitung.

Melihat itu, dia langsung melaporkan ke temannya yang tengah meminum kopi di warung. "Langsung dicek benar ternyata ada jasad, keduanya langsung melaporkannya ke anggota polisi yang tengah berada di pospol pasar," ujar Akta.

Kata Akta, petugas dari Polsek Cikarang Barat bersama PMI datang ke lokasi untuk kemudian korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi. Korban berhasil diketahui identitasnya dari satu lembar kartu Jamkesmas miliknya. Korban Andan merupakan warga Kampung Telar RT 03 RW 02, Desa Muktiwari, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA:  Diduga Unlawful Killing Terhadap Anggota FPI, Bareskrim Naikan Status Perkara Tiga Oknum Polisi ke Penyidikan

Hasil pemeriksaan sementara, diduga korban tenggelam di selokan tersebut. Sebab, kondisi selokan yang cukup dalam serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan.

Saat ditemukan, menurut Akta, korban mengenekan celana panjang hitam, serta sendal jepit berwarna ungu. Terdapat dompet berisi satu lembar Jamkesmas atas nama korban dan uang Rp 3 ribu. 

"Kami akan terus mendalaminya, apabila ada perkembangan lanjut akan disampaikan kembali," kata Akta. (Poskota/nst)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait