Pemkab Pangandaran akan Dirikan Resi Gudang untuk Stabilkan Harga Gabah

Jawa Barat —Jumat, 12 Mar 2021 11:08
    Bagikan:  
Pemkab Pangandaran akan Dirikan Resi Gudang untuk Stabilkan Harga Gabah
Para petani tengah memanen padi di tengah sawah (foto: dry)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN 
Pemerintah Kabupaten (Penkab) Pangandaran melalui Dinas Pertanian akan mendirikan resi gudang untuk menstabilkan harga gabah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran,Aep Haris menyebutkan, setiap musim panen padi harga gabah di Pangandaran selalu turun drastis.

"Musim panen saat ini, harga jual gabah dari petani jatuh drastis yang semula Rp700 ribu per kwintal kini turun menjadi Rp350 ribu per kwintal," ujarnya saat dihubungi POSKOTAJABAR, Kamis (11/03/2021).

Kata dia, persoalan tersebut merupakan penomena klasik yang sudah lama terjadi karena terdampak dari hukum pasar.

"Kalau barang tidak ada, harganya pasti mahal, tapi kalau barang banyak harga pasti murah," katanya.

BACA JUGA :  UPDATE NEWS Kecelakaan Bus Sri Padma Kencana: Angker Warga Enggan Melintas di Turunan dan Tanjakan Cae Wado


Harga Jual Gabah akan Stabil

Menurut Aep, jika kedepan sudah berdiri resi gudang di Pangandaran maka harga jual gabah dari petani akan tetap stabil.

"Kondisi saat ini, biaya produksi menggarap sawah tinggi tetapi hasil dari transaksi gabah tidak sebanding," jelasnya.

Sementara, salah seorang petani warga Dusun Citelu Rt 3/2 Desa Mekarsari, Kecamatan Cimerak Dede Arif mengaku keluhan petani padi terjadi pada setiap musim panen.

"Satu petak sawah menghasilkan padi sebanyak 7 kwintal, kalau dijual dengan harga Rp350 ribu hanya menghasilkan Rp2.450 ribu," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan biaya produksi, sambung dia, menggarap sawah untuk satu musim minimal menghabiskan biaya Rp750 ribu yang terdiri dari biaya sewa traktor Rp250 ribu, biaya pupuk Rp250 ribu, biaya upah tandur Rp250 ribu.

"Jika setiap musim panen petani menjual gabah paling hanya punya untung Rp1.700.000," akunya.

Dia berharap, ada keberpihakan pemerintah untuk menstabilkan harga gabah disetiap musim panen supaya petani tidak merugi. 

"Karena kondisi tersebut tidak sesuai antara waktu produksi dan biaya yang sudah dikeluarkan," pungkasnya. (dry)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait