Pengamat: Bukti Gagalnya Sistem Pendidikan, Masa PJJ Ada Pelajar Terjun ke Prostitusi Online

Nasional —Jumat, 12 Mar 2021 13:56
    Bagikan:  
Pengamat: Bukti Gagalnya Sistem Pendidikan, Masa PJJ Ada Pelajar Terjun ke Prostitusi Online
Image/Pinterest

POSKOTAJABAR,BANDUNG

Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji menilai bahwa tingkat ekonomi masyarakat yang jeblok di tengah pandemi dan kurangnya edukasi menjadi faktor oknum pelajar yang kini masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) terjun ke prostitusi online.

"Pasti orang yang mayoritas yang jatuh ke dunia prostitusi kan kajian akademisnya karena tekanan ekonomi," jelasnya saat dihubungi poskota.co.id, Jumat (12/3/2021).

Terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini, banyak terjadi pengangguran dan bisnis yang terpaksa tutup bahkan bangkrut.

“Praktis, kondisi perekonomian pun menjadi lesu. Hal ini jadi faktor pendorong bagi pelajar terjun ke prostitusi online,” ujarnya.

BACA JUGA : VIRAL! Aliran Sesat Hakekok di Pandeglang, Ritual Mandi Bersama 16 Orang Tanpa Busana

Lanjutnya, Ilham menerangkan, terjunnya pelajar ke prostitusi online di masa PJJ, juga merupakan kegagalan praktik PJJ itu sendiri yang menurutnya, sang guru belum bisa menerapkan pola pembelajaran yang edukatif sekaligus menghibur.

"Banyak guru-guru yang belum mampu melaksanakan pembelajaran secara daring, jadi juga anak-anak malah bosan," jelasnya.

Dalam praktik prostitusi online, kata dia, pelajar itu akan bertemu dengan si pelanggan atau pemesan jasanya.

Padahal, saat ini mesti ada pembatasan jarak (physical distancing) dan itu tidak dipahami oleh si pelajar.

BACA JUGA : Terus Gagal Lolos Kartu Prakerja? Mungkin Karena Belum Buat Surat Pernyataan Ini

Maka menurutnya, ini adalah kegagalan sistem pendidikan yang tidak mengedukasi para pelajar memahami bahaya menjalin kontak langsung dengan orang lain di tengah pandemi.

"Edukasi anak-anak kita tentang masalah pandemi saja tidak mampu untuk menjelaskan, apalagi kita bicara keilmuannya. Jadi memang harus didorong, harus ada revisi total dalam sistem pendidikan nasional kita, yang terlalu banyak dampak negatifnya bukan karena pandemi, karena sistemnya," ungkapnya.

Ia pun menyatakan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak hanya sekadar memberi kuota belajar saja, namun juga mesti diiringi dengan pembenahan sistem PJJ yang menurutnya pola belajarnya masih membosankan.

"Sebetulnya, Kemendikbud sudah ngomong paradigma baru jadi project based learning, jadi bukan eranya lagi guru ceramah, jadi kan anak bosan, guru masih ceramah nge-zoom dari pagi sampai siang, ceramah aja. Kita aja yang dewasa lima menit bosan apalagi anak-anak? Mesti kita dorong dengan project based learning jadi anak sibuk dengan berkarya," pungkasnya.

BACA JUGA : Pengamat: Bukti Gagalnya Sistem Pendidikan, Masa PJJ Ada Pelajar Terjun ke Prostitusi Online

Editor: Reza
    Bagikan:  


Berita Terkait