Diduga Ada Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) KBB Ikut Berpolitik Praktis dan Kantongi KTA Parpol

Jawa Barat —Jumat, 12 Mar 2021 15:52
    Bagikan:  
Diduga Ada Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) KBB Ikut Berpolitik Praktis dan Kantongi KTA Parpol
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Yayat Sudyat.(foto:bagdja)


POSKOTAJABAR, CIPONGKOR.
Diduga kuat para Aparatur Sipil Negara (ASN) ada yang ikut berpolitik praktis, dengan mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) salah satu partai.

Seperti yang sudah ditetapkan dalam Pasal 2 ayat (1) PP 37/2004 dengan tegas mengatakan: Pegawai Negeri Sipil dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik, sanksinya bila ada ASN yang ikut berpartai politik wajib untuk diberhentikan dari jabatannya sebagai ASN.

Hal itu disesalkan oleh salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Yayat Sudyat.

Karena menurut Yayat, sudah ditemukan adanya indikasi ribuan ASN di KBB mengantongi KTA salah satu partai politik (Parpol)

“Sudah sangat jelas aturannya ASN harus netral kenapa dilanggar. Saya menduga ini ada komitmen dengan salah satu pemangku kebijakan di salah satu parpol,” kata Yayat kepada, Kamis (11/0/2021).

BACA JUGA :  UPDATE NEWS Kecelakaan Bus Sri Padma Kencana: Angker Warga Enggan Melintas di Turunan dan Tanjakan Cae Wado


Melanggar Aturan

Sebab sebagai ASN yang merupakan seorang abdi negara ikut berpolitik praktis, hal itu sudah melanggar aturan yang sudah detetapkan dalam undang-undang.

Dengan bocornya masalah ribuan ASN yang ikut berpolitik, agar segera untuk menanggalkan dari keanggotaan partainya, "Sebelum kami melaporkan temuan ini ke Inspektorat dan Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM)," tegasnya.

Yang jadi masalah, menurut Yayat, bila dalam satu kecamatan ada seribu ASN yang mengatongi KTA salah satu partai politik, kalau tidak bocor, pasti ASN tersebut untuk memenangkan salah satu calonnya yang diusung.

"Tapi akhirnya diam-diam bocor juga, karena saya mendapatkan aduan dari masyarakat, dan saya sudah mengantongi data siapa saja ASN di Cipongkor yang mengantongi KTA Parpol," ungkap Yayat. (Bagdja)


BACA JUGA : Pemkab Pangandaran akan Dirikan Resi Gudang untuk Stabilkan Harga Gabah

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait