Lari dari Kenyataan Bukan Tindakan Pengecut, Ini Fakta Nya

Kesehatan —Jumat, 12 Mar 2021 16:42
    Bagikan:  
Lari dari Kenyataan Bukan Tindakan Pengecut, Ini Fakta Nya
instagram/@rezaoktavian23

POSKOTAJABAR,BANDUNG

Ketika pekerjaan terasa berat atau terjebak dalam lingkungan yang toxic, tentu bisa membuat Anda ingin lari dari kenyataan. Tindakan ini bukanlah karena Anda pengecut, tetapi justru perlu dilakukan sesekali agar hidup lebih bahagia.

Jadwal yang padat, pekerjaan yang menumpuk atau berada dalam lingkungan yang toxic mungkin terkadang membuat Anda ingin melarikan diri dari hal tersebut. Sayangnya, orang yang lari dari kenyataan kerap dicap sebagai pengecut.

Padahal melarikan diri dari realita sesekali perlu dilakukan demi kebahagiaan diri. Dalam psikologi, kondisi tersebut dikenal sebagai eskapisme. Akan tetapi, eskapisme tentu saja harus dilakukan dengan cara yang benar.

BACA JUGA : Ketahui Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan

Apa itu eskapisme atau lari dari kenyataan?
Eskapisme adalah keinginan atau perilaku untuk mengabaikan atau menghindari kenyataan. Umumnya, seseorang yang memiliki pengalaman traumatis secara alami akan “melarikan diri” dari hal tersebut agar terhindar dari tekanan dan kerusakan psikologis. Dengan begitu, Anda pun akan terlepas dari pengalaman hidup yang membebani.

Ketika Anda terjebak dalam lingkaran kekhawatiran, kegelisahan, atau depresi, terkadang yang Anda perlukan hanyalah keluar dari pikiran tersebut. Jadi tak ada salahnya, mundur dan lari dari kenyataan untuk sementara waktu. Meski tentu saja masalahnya tetap ada ketika Anda kembali, namun Anda akan melihatnya dengan perspektif yang lebih baik dan lebih fokus untuk mengatasinya.

Jika dilakukan dengan cara yang benar, eskapisme tentu akan membawa pengaruh yang positif. Ketika melakukan eskapisme, Anda cenderung mengistirahatkan dan membuat diri lebih kuat menghadapi realita yang ada. Di sisi lain, eskapisme yang dilakukan secara berlebihan justru dapat mendatangkan banyak masalah yang lebih besar.
Tanpa kontrol yang baik, eskapisme bisa membuat Anda lupa dan terus bersembunyi dari realita yang sedang dihadapi.

Oleh sebab itu, jangan sampai Anda terlena dengan eskapisme tersebut. Lakukanlah secukupnya dengan tujuan untuk membuat diri Anda lebih baik lagi ketika menghadapi realita.

BACA JUGA : Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Berat

Hal yang dapat dilakukan dalam eskapisme
Dalam eskapisme, sebaiknya lakukanlah hal-hal yang positif dan memberikan manfaat. Ada beberapa pelarian positif yang bisa Anda lakukan saat merasa jenuh atau depresi untuk menghadapi kenyataan, antara lain:

  • Pergi ke luar rumah

Pergi keluar rumah, berjalan-jalan, dan menghirup udara segar bisa mengurangi stres serta membuat suasana hati menjadi lebih baik. Anda akan melupakan sekelumit masalah yang ada dalam hidup Anda untuk sementara waktu. Tak heran, jika banyak orang yang memilih berlibur guna melepas beban pikiran. Setelah kembali, maka pikiran Anda bisa menjadi lebih jernih.

  • Olahraga

Olahraga bisa membuat darah mengalir lebih lancar dan melepaskan endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati. Aktivitas ini juga memungkinkan Anda melupakan sejenak mengenai apa pun yang sedang terjadi. Memang bukan perkara yang mudah mendorong diri untuk berolahraga, namun ini merupakan cara eskapisme yang baik dan menyehatkan.

  • Membaca buku

Ketika membaca buku, Anda bisa merasa memasuki dunia yang berbeda. Selain dapat tinggal di sana untuk sementara waktu, membaca juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental. Membaca dapat meningkatkan empati, mengubah pemikiran, dan memperbaiki perasaan Anda. Ketika merasa penat, luangkanlah waktu untuk membaca buku. Anda juga bisa membaca buku di alam terbuka agar merasa lebih segar.

BACA JUGA : Menurut Psikolog : 8 Tanda Pria Benar - Benar Mencintaimu

  • Menekuni hobi

Hampir setiap orang memiliki hobi yang digemari, seperti menonton film, bersepeda, berenang, bercocok tanam, menjahit, merajut, dan lainnya. Menekuni hobi juga dapat membuat Anda lari dari kenyataan untuk sementara waktu. Anda akan merasa lebih bahagia, dan terbebas dari beban pikiran yang menghantui.
Akan tetapi, pastikan bahwa eskapisme yang dilakukan tidak menimbulkan masalah.

Jangan sampai Anda lari dari kenyataan dengan cara yang negatif, seperti makan atau belanja secara berlebihan karena justru bisa berdampak buruk. Setelah melakukan eskapisme, Anda harus bisa menghadapi dan mengendalikan kenyataan yang ada dengan baik. Konsultasikan ke psikolog jika Anda memiliki masalah yang sekiranya tidak dapat ditangani.

BACA JUGA : Lari dari Kenyataan Bukan Tindakan Pengecut, Ini Fakta Nya

Editor: Reza
    Bagikan: