HEBOH! 16 Orang Mandi Bugil Bersama, Ini Sejarah Aliran Sesat Hakekok Hingga Kawin Gaib

Nasional —Jumat, 12 Mar 2021 16:55
    Bagikan:  
HEBOH! 16 Orang Mandi Bugil Bersama, Ini Sejarah Aliran Sesat Hakekok Hingga Kawin Gaib
Tangkapan layar ritual belasan anggota aliran sesat (ist)

POSKOTAJABAR, PANDEGLANG

Aliran Hakekok menggemparkan masyarakat Kabupaten Pandeglang, Banten pada Kamis pagi, 11 Maret 2021 lantaran melakukan aksi mandi bersama dengan telanjang bulat di sebuah kolam rawa. Kini, 16 anggotanya sudah diamankan di Mapolres Pandeglang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 Aliran itu dipimpin oleh A (52) yang merupakan warga Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dikenal warga sekitar sebagai sosok pendiam. Figur tersebut selama ini dianggap kurang berosialisasi dengan warga dan tidak pernah mengikuti pengajian rutin di kampungnya.

 Namun A disebut-sebut warga kerap melakukan ritual di dalam hutan yang tidak diketahui warga aktivitasnya. Warga mengatakan jika dirinya adalah oranag yang sangat tertutup.  Namun sering pergi kehutan.

Baca juga: 10 Tanda Kehadiran Mahluk Halus Ada Disekitar Kita

 Kemudian menurut Ketua MUI Kabupaten Pandeglang, KH Hamdi Ma'ani, pihaknya sudah membina aliran Hakekok Balakutak untuk kembali ke ajaran Islam.

 MUI memastikan, ritual mandi bersama telanjang bulat anggota Hakekok tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

 "Itu sudah menyimpang jauh, mandi bersama secara bugil itu jelas tidak dibenarkan oleh agama-agama lain juga," kata Ghaffar saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Nino Datang ke Kantor Aldebaran, Andin Tahu Reyna Anak Kandungnya, IKATAN CINTA MALAM INI

 Sebelumnya tahun 2009 silam, aliran Hakekok Balakutak juga membuat heboh masyarakat Kabupaten Pandeglang, Banten karena pimpinannya kerap menggauli santrinya dengan janji akan diberikan ilmu kesaktian. Warga yang kesal atas pimpinan Sahrudin (45) kala itu dibakar oleh warga Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk.

 Kala itu, padepokan sudah berdiri lima tahun. Santrinya berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Sahrudin kemudian dibawa ke Mapolres Pandeglang.

 Sang pimpinan kala itu mengklaim sedang melakukan kawin gaib dan aktivitas itu diklaim sedang melaksanakan ibadah bareng bersama para santri wanitanya.


Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait