Inilah Ungkapan Ketua RW yang Dituding Mencuri Buah Kelapa di Lahan Milik PT Relasindo Citragaha

Jawa Barat —Jumat, 12 Mar 2021 20:37
    Bagikan:  
Inilah Ungkapan Ketua RW yang Dituding Mencuri Buah Kelapa di Lahan Milik PT Relasindo Citragaha
Massa yang datang ke Mapolsek Cijulang, Pangandaran minta Ketua RW Tahmid dan dua temannya dibebaskan. (dry)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Tahmid, Ketua RW yang sempat ditahan bersama kedua orang lainnya, Feby dan Yudi, yang ditahan atas tuduhan pencurian buah kelapa di tanah garapan milik PT Relasindo Citragaha, mengakui bahwa dirinya mengambil kelapa sebanyak 101 buah.

"Pohon kelapa itu, dulu yang tanam bapak saya di lahan garapan tersebut. Setelah itu, bapak meninggal. Otomatis ke siapa lagi kalau bukan turun ke saya," ujarTahmid kepada POSKOTAJABAR di Mapolsek Cijulang, Jumat (12/03/2021).

Sesudahn itu, kata Tahmid, memang dari pihak PT Relasindo Citragaha pernah ada cerita bahwa pohon kelapanya dicabut kepemilikanya oleh PT. Tetapi hanya sebatas lisan.

"Terus, kalau tanah tersebut digarap oleh penggarap, ada pohon kelapa mau nanam apa? Terus, tanah garap tersebut sewa oleh masyarakat," kata Tahmid.

Tahmid mengatakan, tapi yang namanya masyarakat walaupun ada cerita seperti itu, ya akhirnya kucing-kucingan. Kalau yang mau diambil ya diambil dan ada yang enggak diambil.

BACA JUGA:  Rahmat Hidayat Djati, Pangandaran Layak Disejajarkan dengan Pulau Dewata Bali

"Sekarang juga sebenarnya punya masyarakat lain juga bisa diambil, karena disitu kan banyak tempat-tempat kelapa. Tapi kenapa sewaktu saya mengambil saya dilaporkan maling, sedangkan orang tidak dilaporkan," kilah Tahmid.

Dia menyampaikan, selain dirinya banyak juga orang lain yang mengambil kelapa di lokasi tersebut. Namun, anehnya kenapa orang lain tidak dilaporkan sedangkan dirinya laporkan kepolisi. "Saya sampai ditahan sejak kemarin (Kamis,red) dari mulai pukul 10.00 WIB," tuturnya.

Menurut Tahmid, awalnya ada perjanjian pada waktu jual beli awal, bahwa pihak PT itu hanya membeli tanahnya saja. Sedangkan pohonnya, baik kelapa atau yang lainnya, tetap masih milik pemilik awal tanah.

"Itu ada pernjanjian seperti itu awalnya juga. Tetapi, ternyata yang lain bisa mengambil tapi saya tidak boleh sehingga saya dilaporkan seperti ini," ucapnya.

Tahmid yang juga ketua RW itu, mengaku, dirinya dilaporkan ke polisi oleh pengurus PT Relasindo Citragaha bukan dari pemilik PT tersebut.

"Justru kemarin Pak Kades pernah konfirmasi kepada pemilik PT, ternyata simpang siur. Jadi, pemilik PT itu hanya menitipkan aset berupa tanah jangan sampai hilang. Jadi, untuk peraturan lainnya pemilik PT itu tidak mau tahu, dan hanya itu saja yang dititipkan oleh pemilik," kata Tahmid menirukan ucapan pemilik PT.

Untuk saat ini, sambung dia, peraturan bukan lagi sewa tapi si penggarap lahan bagi hasil persentase.

BACA JUGA:  Ketua RW Ditahan , Ratusan Warga Desa Batukaras Pangandaran Geruduk Markas Polsek Cijulang

"Saat ini, ada perubahan tidak sewa tapi dia (PT) minta persentase dari hasil panen, baik itu kelapa maupun kayu (Albasiah) sebesar 30 persen untuk PT dan 70 persen untuk penggarap," tambahnya.

Menyikapi penahanan, kata Tahmid, atas kesalahan tersebut memang ia terima memang buktinya seperti itu. Hanya, ia menunggu keputusan karena sampai saat ini belum ada keputusan.

"Karena kemarin Pak Kanit mengatakan, ini menunggu keputusan dari pelapor. Dan pelapor kemarin bilang habis dzuhur, malam bahkan sampai pagi pelapor tidak datang," pungkasnya.

Seperti diketahui, Tahmid bersama Feby dan Yudi dilaporkan atas tuduhan pencurian kelapa oleh saudara Ai Sutisna Prastyawan, selaku perwakilan dari PT Relasindo Citragaha. Terlapor dituding mencuri buah kelapa di blok Rorogan, tepatnya Dusun Batukaras Rt 07/04 Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. (dry)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait