Kepala Desa Batukaras Siap Menjamin Ketiga Warganya, Minta Dibebaskan dari Tahanan Polsek

Jawa Barat —Sabtu, 13 Mar 2021 06:20
    Bagikan:  
 Kepala Desa Batukaras Siap Menjamin Ketiga Warganya, Minta Dibebaskan dari Tahanan Polsek
Ratusan warga langsung membubarkan diri saat ketiga orang yang ditahan di keluarkan dari Mapolsek Cijulang dry)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Emosi ratusan warga yang menggeruduk ke Mapolsek Cijulang sudah tak bisa diredam. Kedatangan ratusan massa yang merupakan warga Desa Batukaras itu menuntut agar ketiga orang yang ditahan untuk segera dibebaskan. Kepala Desa Batukaras Hadi Soemantri mengatakan, hasil kesepakatan dengan kepolisian, ia sebagai Kepala Desa menjamin tiga orang tersebut untuk dikeluarkan.

"Saya dan tokoh masyarakat menjadi jaminan, supaya ketiga orang yang ditahan ini bisa pulang lagi ke keluarganya, dan nanti selanjutnya akan diadakan musyawarah di Desa dengan menghadirkan beberapa perwakilan tokoh," ujarnya kepada POSKOTAJABAR di Mapolsek Cijulang, Jumat (12/03/2021).

Kata Hadi, kronologisnya itu kan tanah PT yang digarap oleh masyarakat, cuma sebelum tanah tersebut dibeli sama PT itu merupakan milik masyarakat yang menggarap sekarang.

"Jadi, dulu warga yang menggarap tanah PT merupakan pemilik awal, setelah dijual ke PT Relasindo Citragaha masyarakat masih bisa menggarap," katanya.

BACA JUGA:  Rahmat Hidayat Djati, Pangandaran Layak Disejajarkan dengan Pulau Dewata Bali

Hadi menyampakan, bahwa kata yang punya tanah, H Lutfi, dulu kan awalnya, sebelum dibangun tanah tersebut dipersilahkan masyarakat manfaatkan sama yang penjual. "Kan penjual tanah sekarang jadi penggarap, adapun pohon kelapa atau pohon lainnya silahkan dimanfaatkan," tuturnya.

Namun, sambung dia, kepengurusan yang sekarang oleh Ai Sutisna Prastyawan dan dia merubah aturan. Dan bahkan pohon kelapa itu diklaim milik PT.

"Kebetulan kemarin dipanen lah buahnya sama masyarakat tapi dilaporkan polsek. Ada tiga orang yang dilaporkan yaitu pengambil buah kelapa, kedua yang punya lahan garapan dan yang ketiga pembeli buah kelapanya. Jadi, mereka kena pasal," tuturnya.

Menurut Hadi, kenapa sampai ada gerakan dari ratusan masyarakat, solidaritas dari masyarakat lantaran salah satu yang dilaporkan itu tokoh.

"Dia Tahmi itu ketua RW, dan kebetulan yang lain juga biasa ngambil gak cuman ini tapi banyak, tapi kenapa yang ini jadi permasalahan sedangkan yang lainnya tidak," paparnya.

Hadi mengatakan, masyarakat yang menggarap dilahan milik PT Relasindo Citragaha itu bayar sewa. "Kalau dulu mah bagi hasil, terus kemarin ada sewa dan sekarang bagi hasil lagi," terangnya.

Permasalahan antara masyarakat dengan pengurus PT Relasindo Citragaha bukan yang pertama kali. Menyikapi hal tersebut, kata Hadi, kebetulan kakaknya pak Ai (pelapor,red) itu anggota Dewan Oleh karena itu,  ia eminta untuk di fasilitasi supaya pihak dari pengelola PT bisa sinkron dengan masyarakat.

"Mereka kan sama-sama orang Batukaras, cuman barusan terdengar permintaan masyarakat pengennya saudara Ai diberhentikan dari PT, tapi itukan bukan ranah saya tapi itu ranah pemilik tanah," sebutnya.

Hadi mengungkapkan, lahan tersebut awalnya milik masyarakat dan kemudian dijual ke pak Haji Lutfi selaku pemilik PT Relasindo Citragaha.

BACA JUGA:  Inilah Ungkapan Ketua RW yang Dituding Mencuri Buah Kelapa di Lahan Milik PT Relasindo Citragaha

"Cuma waktu itu mungkin pak Haji spekulasi katanya buat lapang golf tapi ternyata sampai sekarang sudah berapa puluh tahun belum teralisasi juga bikin lapang golf nya dan akhirnya tanah tersebut digarap sama yang dulu menjual, cuma tidak diakui hanya menggarap saja dan mereka juga kena sewa," paparnya.

Setelah Kepala Desa dan beberapa Tokoh Masyarakat menjamin akhirnya ketiga orang yang dituding mencuri kelapa itu dibebaskan, dan ratusan massa pun langsung membubarkan diri dari Mapolsek Cijulang. Kedatangan ratusan massa mendapatkan pengawalan dari pihak Kepolisian Polsek Cigugur, Parigi, dan Pangandaran serta TNI dari Koramil Cijulang. (dry)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait