Laporkan Tiga Orang Warga Kepolisi, Inilah Penjelasan Manager PT Relasindo Citragaha

Jawa Barat —Sabtu, 13 Mar 2021 07:05
    Bagikan:  
Laporkan Tiga Orang Warga Kepolisi, Inilah Penjelasan Manager PT Relasindo Citragaha
Ratusan warga membubarkan diri dari Mapolsek Cijulang setelah ketiga orang di bebaskan (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.
Ai Sutisna Prastyawan,  Manager sekaligus pemegang saham di PT Relasindo Citragaha angkat bicara terkait dirinya melaporkan ketiga orang warga ke Polsek Cijulang, Polres Ciamis.

Menurut dia, sebenarnya masyarakat juga mayoritas sebetulnya tahu, dan pihak-pihak berwajib pun juga sebetulnya tahu dan berkasnya juga ada disini (Polsek,red).

"Pelaporan ini karena saya sering sekali kehilangan barang disitu, dan bukan hanya satu dua tahun tapi sangat sering," ujarnya kepada POSKOTAJABAR di Mapolsek Cijulang, Jumat (12/03/2021) sore.

Kata dia, manakala pihaknya harus menerapkan aturan dengan bijak dilapangan, karena sewa itu sudah tidak ada sekarang.

"Sekarang tidak ada sewa lahan,  yang ada hanyalah bagi hasil dan bagi hasil pun itu pun cuman kayu," katanya.

Menurut Ai, soal adanya sewa dari penggarap kepada pihak PT itu tidak benar, tidak ada sewa dan pak Tahmid itu tidak pernah menyewa.

"Nah dia itu melakukan hal seperti itu dari mulai lisan, teguran sampai kesurat, itu sudah kami lakukan, kalau yang lain sudah melakukan, sudah kondusif lah bahkan di Sanghiyang Kalang pak Kapolsek juga sudah mengetahui dan siap mengikuti aturan," ucap Ai.


Tidak Melaporkan Seseorang Mencuri
Sambung Ai, pihaknya sederhana, bahwa pihaknya melaporkan barang miliknya yang hilang ke polisi dan tidak melaporkan seseorang mencuri.

"Karena kalau melaporkan orang mencuri harus menyaksikan, dan saya tidak menyaksikan, cuman barang saya ada dilapangan buktinya ada tepes (kulit kelapa-red) tapi kelapanya tidak ada itu yang dilaporkan, karena itu berulang-ulang beberapa tahun kebelakang," ungkapnya.

Bukan hanya itu, tambah Ai, sosok TH ini juga pernah ada berkas pencurian kayu jenis Ras dan sempat di proses namun tidak dilakukan penahanan dan bahkan berkasnya masih menggantung disini.

"Diangkut ku saya waktu itu sampai tiga kali narik atau tiga mobil, ya umur kayu ras diperkirakan sekitar 15 tahunan dan itu sempat diproses di Polsek namun tidak pernah ditahan karena waktu itu saya masih memberi pelajaran supaya efek jera," paparnya.



Sudah Biasa Menurut Aturan

Menanggapi pernyataan warga bahwa pihak PT tidak pernah mempermasalahkan masyarakat lain, kata Ai, kalau perkiraannya bahwa cuma dia (Tahmid), wong yang lainnya sudah biasa menurut aturan.

"Kalau dia (TH) seolah-olah kebal hukum dengan kasus-kasus apapun dia tidak pernah ditahan, nah dengan hadirnya massa seperti ini itu ada indikasi lain," sebut Ai.

Ai mengaku, kenapa sampai sejauh ini, padahal dari kemarin pihaknya melaporkan ke Polsek, dan itupun tidak melaporkan seseorang inisial dan sebagainya.

"Itu pengakuan dari yang membelinya dan yang memungut kelapanya, menyebutkan nama orang tersebut (TH). Dan saya menunggu dari kemarin sampai detik sekarang tidak ada telefon/sms dari pihak Kepala Desa ataupun Keluarga untuk duduk bareng seperti apa ini," cetusnya.

Menanggapi adanya aksi dari ratusan warga yang datang ke Markas Polsek, Ai menduga, ada provokasi, justru begini, Wallahualam ya, pimpinan juga sudah mengetahui ada kasus besar  penggelapan tanah-tanah beliau di Batukaras.

"Dengan adanya demo ini, korelasinya dengan kejadian ini sebetulnya tidak ada massa segitu banyak dan tidak harus sebanyak itu, indikasinya mereka juga sadar bahwa ini ada pencuri kenapa harus dibela gitu, harusnya kan dicari solusi gimana caranya agar tidak mencuri lagi dan berdamai kan begitu," tutur Ai.

Tapi ternyata dengan adanya aksi berdemo ini, lanjut dia, sampai tokoh-tokoh yang merasa terusik dan mungkin merasa terancam dengan kasus-kasus besar tanah itu hadir disini (Polsek)

"Kan saya jadi bertanya-tanya, kok ini urusannya sampai tokoh-tokoh Batukaras hadir, ini penjahat loh," cetusnya.


Menolak Mediasi  di Desa

Ai dengan tegas menolak jika permasalahan tersebut dimediasi atau musyarawah di tingkat Desa.

"Kalau dimediasi di Desa saya tidak mau, saya maunya di Polsek," tegasnya.

Menanggapi adanya tuntutan warga agar dirinya keluar dari PT Relasindo Citragaha, menurut dia, ini pemahaman yang memang membuat dirinya prihatin.

"Saya sendiri di samping Manager juga pemegang saham, dan saya tidak mungkin bisa keluar dari perusahaan aturan apapun tidak akan melegalkan itu karena akta pemegang saham saya hanya saya yang mengubahnya," terang Ai.

Kata Ai, tuntutan itu diluar dari konteks kejadian sekarang dan kenapa harus melebar kemana-mana.

"Intinya, gampang kang Ai tanda tangan yang penting Tahmid dan lainnya pulang dan kita selesai berdamai, sudah selesai kan itu konteksnya tapi kenapa melebar kemana-mana karena disitu ada provokasi," pungkasnya. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait