Pemerintah Indonesia Belum Menggunakan Vaksin AstraZeneca untuk Target Vaksinasi Nasional

Nasional —Minggu, 14 Mar 2021 07:35
    Bagikan:  
 Pemerintah Indonesia Belum Menggunakan Vaksin AstraZeneca untuk Target Vaksinasi Nasional
Juru Bicara Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, dalam mengatakan, Vaksin AstraZaneca belum disuntikkan dalam vaksinasi nasional. (bnpb)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum menggunakan vaksin AstraZeneca untuk target vaksinasi nasional. Hal itu, disebabkan pihak pemerintah masih menunggu sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, dalam mengatakan, Vaksin AstraZaneca belum disuntikkan dalam vaksinasi nasional dan akan mengikuti proses alokasi yang ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

"Kita juga masih menunggu sertifikat halal dari MUI," kata Wiku Adisasmito dalam keterangannya di Graha BNPB, Jumat (12/03/2021) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.

BACA JUGA:  Wisata Religi Kampung Syamiil Quran, Membangun Lingkungan Islami di Kota Bandung

Wiku menyampaikan hal itu, menyusul laporan di beberapa negara Eropa yang mengaku menemukan ada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) berupa penggumpalan darah dari target vaksinasi akibat vaksin AstraZaneca.

"Untuk KIPI dari vaksin apapun, terus dipantau oleh fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi. Juga diawasi secara terpusat oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM), dan selanjutnya dianalisis lebih lanjut oleh Komnas KIPI," ujar Wiku.

Untuk vaksin AstraZaneca, lanjut Wiku, sudah tiba di Indonesia aman untuk digunakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan European Medicine Agency (EMA) yang disampaikan pada Kamis (11/03/2021) lalu.

"Saat ini, tidak ada indikasi bahwa vaksinasi AstraZaneca menyebabkan pembekuan darah. Hal ini juga tidak terdaftar sebagai efek samping AstraZaneca," papar Wiku.

BACA JUGA:  Sebuah Rumah di Cikarang Milik Stafsus Menteri KKP Edhy Prabowo Disita KPK

Berdasarkan fakta, lebih dari 10 juta vaksin AstraZaneca yang telah digunakan tidak menunjukkan bukti risiko emboli paru atau trombosis vena dalam golongan usia, jenis kelamin, dan golongan lainnya di negara-negara yang menggunakannya.

Dari fakta tersebut, Wiku melanjutkan, bahwa jumlah kejadian sejenis ini secara signifikan lebih rendah daripada penerima suntikan dibandingkan angka kejadian pada masyarakat umum. (Poskota/nst)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait