Solusi Tanggulangi Sampah di Kota Cimahi Setiap RW Punya Mesin Pengolahan Sampah

Jawa Barat —Minggu, 14 Mar 2021 16:17
    Bagikan:  
Solusi Tanggulangi Sampah di Kota Cimahi  Setiap RW Punya Mesin Pengolahan Sampah
Ketua Komisi III DPRD Kota Cimahi Yus Rusnaya. (foto:bagdja)

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi Yus Rusnaya ikut angkat bicara, terkait sampah yang menumpuk di Kota Cimahi, terutama sampah yang menumpuk di Jalan Kolonel Masturi (Kolmas) dekat PDAM Tirtajaya, saat dikonfirmasi dirumahnya Kompleks Tegal Kawung Garden Cimahi, Minggu (14/03/2021).

Menurut Yus, hal itu sangat memalukan dengan menumpuknya sampah-sampah yang berserakan hingga menutupi badan jalan Kolmas.

Padahal menurut Yus, terkait masalah sampah, harus dilihat awal sampah itu darimana,

"Kita harus lihat awal sampah dari hulu sampai hilir, yaitu sampah berawal dari masyarakat rumah tangga,"

Karena sampah berasal dari rumah tangga, menurut Yus hal yang sangat efisien, pemerintah dapat menyediakan mesin untuk pengolahan sampah ditiap-tiap RW.

"Mesin tersebut harganya Rp 50 Juta per unit, dan dapat mengolah sampah sehari 1 Ton, kalau 312 RW di Cimahi disediakan sarana prasarana mesin tersebut, dengan nilai keseluruhannya mencapai Rp 15,6 Miliar untuk 312 RW, hal ini tidak akan lagi terjadi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA)," jelasnya.

Baca juga: Asyiknya Bermain Body Rafting di Objek Wisata Citumang Pangandaran


Membeli Mesin Pengolah Sampah

Sebab kata Yus kembali, daripada anggaran pengangkutan sampah ke Sarimukti KBB biayanya sampai 16 Miliar per tahun, lebih baik anggaran tersebut dialih fungsikan membeli mesin pengolahan sampah.

Secara perbandingannya membeli mesin pengolahan sampah dengan anggaran pembuangan sampah ke Sarimukti Rp 16 Milyar, lebih efisien lebih baik membeli mesin pengolahan sampah,

"Apalagi sekarang oleh perhutani TPA Sarimukti akan ditutup dan akan dipindahkan ke Legok Nangka, yang biayanya sudah pasti akan menjadi dua kali lipat," ujar Yus.

Yus berharap pemerintah Cimahi dapat mencontoh daerah Seragen, saat ini didaerah tersebut setiap RWnya ada pengolahan sampah yang dapat danfaatkan jadi bisnis dari pengolahan sampah tersebut.

"Kalau ditiap-tiap RW di Cimahi mempunyai mesin pengolahan sampah yang dapat memisahkan mana sampah organik dan mana sampah non organik, nantinya sampah organik dapat diolah menjadi pupuk organik, dan sampah non organiknya dapat dijual," saran Yus.

Tidak hanya disitu saja, kata Yus, agar masyarakat setiap RW semangat untuk mengolah sampah, Pemerintah dapat melakukan perlombaan RW terbersih didaerahnya. (Bagdja)


Baca juga: Polisi Berhasil Meringkus Pelaku Pembunuhan Pasutri, Bersembunyi di Daerah Bekasi

Editor: Suherlan
    Bagikan: