DBD Serang Lima Anak di Kecamatan Juntinyuat Kabupaten di Indramayu

Jawa Barat —Minggu, 14 Mar 2021 16:38
    Bagikan:  
DBD Serang Lima Anak di Kecamatan Juntinyuat Kabupaten di Indramayu
Kegiatan foging atau pengasapan dilakukan guna membunuh nyamuk aedes agypti, penyebar virus demam berdarah dengue (DBD) di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Jabar. (foto:Yan)

POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Pada masa pandemi Covid-19, lima anak di Kecamatan Juntinyuat dinyatakan positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Kecamatan Juntinyuat  pada tahun 2021 tercatat sebagai kecamatan pertama ditemukannya kasus DBD di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Camat Juntinyuat Muhamad Nurulhuda, Minggu (14/03/2021) mengemukakan, 5 warga  yang terkena DBD itu seluruhnya berdomisili di Blok Pulobi,  Desa Dadap,  Kecamatan Juntinyuat. Ke-5 warga tersebut  berstatus masih anak-anak. Identitas mereka yakni,  M, 8  bulan, A, 8 tahun, R, 9 tahun, Y, 6 tahun, dan V, 6 tahun.

Ia mengemukakan, V sudah pulang ke rumah karena sudah dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawatnya.

"Sementara 4 anak lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit dan klinik," kata Nurulhuda.

Baca juga: Solusi Tanggulangi Sampah di Kota Cimahi Setiap RW Punya Mesin Pengolahan Sampah


Bergerak Cepat Lakukan Fogging

Menanggapi adanya kemunculan kasus DBD yang pertama di Kecamatan Juntinyuat, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Juntinyuat bergerak cepat melakukan upaya pemberantasan di antaranya dengan fogging (pengasapan) di sekitar rumah penderita DBD.

Fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk aedes agypti. Melalui gigitan nyamuk jenis ini bisa menyebarkan virus DBD kepada warga lainnya.

Selain melakukan foging, dilakukan juga kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) tempat air atau bak mandi, barang-barang yang tidak berharga di sekitar rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Upaya  yang lainnya menaburkan larvasida untuk membunuh jentik nyamuk dan mencegah berkembang biaknya nyamuk di lokasi ini.

"Kami berharap dengan gerakan cepat tanggap ini, DBD tidak meluas dan segera teratasi," katanya. (Yan)


Baca juga: Asyiknya Bermain Body Rafting di Objek Wisata Citumang Pangandaran

Editor: Suherlan
    Bagikan: