Menguak Asal-usul Jailangkung, Boneka Pemanggil Arwah, Jangan Coba Baca Mantranya!

Gaya Hidup —Minggu, 14 Mar 2021 17:41
    Bagikan:  
Menguak Asal-usul Jailangkung, Boneka Pemanggil Arwah, Jangan Coba Baca Mantranya!
ILUSTRASI/urban legend Indonesia

POSKOTAJABAR,BANDUNG

          Kamu pasti pernah mendengar istilah jailangkung, ritual pemanggil arwah menggunakan boneka kayu yang bahkan pernah diangkat menjadi film layar lebar dengan beberapa versi yang menyeramkan.

         Sebenarnya Jailangkung adalah sebuah permainan tradisional Nusantara yang bersifat ritual supernatural. Permainan ini bersifat supernatural, umumnya dilakukan sebagai ritual untuk memanggil entitas supernatural.

         Media yang digunakan untuk menampung makhluk halus atau entitas supernatural yang dipanggil dalam permainan Jailangkung adalah sebuah gayung air yang umumnya terbuat dari tempurung kelapa yang didandani pakaian dan bergagang batang kayu.

Baca juga: RAMALAN Zodiak Karier Besok Senin 15 Maret 2021, Pisces Berusaha Bangkit, Virgo Perluas Koneksi

Baca juga: RAMALAN Zodiak Karier Besok Senin 15 Maret 2021, Pisces Berusaha Bangkit, Virgo Perluas Koneksi

          Karena sifatnya yang berupa ritual yang memanggil dan berkomunikasi dengan makhluk halus, permainan jailangkung yang awalnya sekadar permainan kemudian berkembang memunculkan mitos-mitos hantu atau kesurupan sebagai imbas untuk orang yang memainkan permainan ini.

          Mitos tersebut umumnya adalah bila permainan ini diakhiri tanpa melepas atau berpamitan dengan makhluk halus yang masuk ke dalam boneka, makhluk halus tersebut dapat menjadi marah dan dapat membuat masalah untuk para pemanggilnya

          Asal penggunaan istilah "Jailangkung" diduga berhubungan dengan sebuah Kepercayaan tradisional Tionghoa yang telah punah. Ritual ini adalah tentang adanya kekuatan dewa "Poyang" dan "Moyang dan Cay Lan Tse yang dipercaya sebagai dewa pelindung anak-anak.

Baca juga: RAMALAN Zodiak Percintaan Besok Senin 15 Maret 2021, Scorpio Lampiaskan Amarah, Sagitarius Rencana Indah

         Dalam ritual Cay Lan Gong, dewa "Poyang" dan "Moyang" dipanggil agar masuk ke sebuah boneka keranjang yang tangannya dapat digerakkan. Pada ujung tangan boneka tersebut diikatkan sebuah alat tulis, biasanya kapur.

         Boneka tersebut juga dihiasi dengan pakaian manusia, dikalungi kunci dan dihadapkan ke sebuah papan tulis, sembari menyalakan dupa. Saat boneka tersebut menjadi terasa berat menurut mereka menjadi pertanda bahwa boneka itu telah dirasuki dewa, dan bergerak mengangguk sebagai pertanda setuju setelah ditanyakan siap tidaknya untuk ditanyai, jawaban-jawaban dari pertanyaan yang diajukan akan dituliskan oleh dewa yang merasuki boneka tersebut pada papan tulis yang disediakan.

          Jika menurut orang Jawa, permainan Jailangkung dikenal dengan sebutan "Nini Thowong" atau "Nini Thowok". Permainan ini tidak hanya dikenal sebagai permainan tradisional anak-anak, tetapi juga dilakukan sebagai usaha menjaga keselamatan desa dan menolak bala. Untuk tujuan tersebut, ritual ini dilakukan bukan oleh anak kecil, melainkan orang yang sudah dewasa.

Baca juga: Drama Korea Vincenzo Episode 8 Sub Indo, Pembalasan Vincezo, Penyesalan adalah Neraka Jahanam

         Biasanya permainan Jailangkung ini dilakukan oleh tiga orang, yaitu dua orang yang memegang boneka jelangkung, dan pawang yang membaca mantra.

          Bahkan Jailangkungsering kali digunakan untuk menanyakan hal-hal pada mahluk hallus seperti meminta sesuatu atau menanyakan alasan kepergian seseorang yang telah mati, atau bahkan meminta keberuntungan dengan nomor lotre

Di Indonesia sendiri unuk memainkanya kamu bisa membacakan mantra berikut ini

“Jelangkung jelangsat, Di sini ada pesta, Pesta kecil-kecilan, Jelangkung jelangsat, Datang tidak diundang, Pergi tidak diantar”

        Kata-kata tersebut diucapkan berkali-kali, dan setelah makhluk halus diyakini sudah masuk ke dalam boneka, maka pemain dapat bertanya apapun yang mereka mau. Pertanyaan tersebut akan dijawab dengan alat tulis yang diikat di bawah boneka tersebut, atau menunjukan sesuatu yang ia kehendaki.

Bagaimana? Percaya dengan hal ini? Berani mencobanya ditempat angker? -RES


Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait