DALKBP3A Kota Sukabumi Berikan Ruang Pengawasan dan Konseling bagi Keluarga

Jawa Barat —Senin, 15 Mar 2021 06:45
    Bagikan:  
 DALKBP3A Kota Sukabumi Berikan Ruang Pengawasan dan Konseling bagi Keluarga
foto ilustrasi (Ist)

POSKOTAJABAR, SUKABUMI.

Jumlah aduan kekerasan phisikis terhadap perempuan  pada tahun 2020 di Kota Sukabumi mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya.

Berdasar catatan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, (DALKBP3A)  Kota Sukabumi, jumlah kekerasan terhadap perempuan  pada tahun 2019  ada  sekitat 204 kasus, sedangkan pada tahun 2020 hanya berjumlah sekitar  130 kasus. Namun, di tahun 2020 didominasi oleh kekerasan berupa phisikis.

"Tahun 2019 dari sekian kasus hanya 4 kasus phisikis,  sedangkan di tahun 2020 dari 120 kasus 60 diantaranya phisikis. Jadi, secara total kasus menurun, tapi ada peningkatan di laporan berupa phisikis,"ujar Kepala Bidang  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada BPMPKB Kota Sukabumi, Ritta Rosita, kemaren.

Menurut Ritta Rosita, kekerasan berupa phisikis ini bisa jadi karena dampak pandemi Covid-19, sehingga adanya kecemasan dari perempuan terhadap kondisi ekonomi keluarga.

"Iya, kekerasan phisikis berupa kecemasan karena kebanyakan pelapornya adalah perempuan,"kata dia.

Baca juga: Pagar Alun-Alun Pemkab Indramayu Bakal Dibongkar


Luncurkan Sejumlah Program


Ritta Rosita mengungkapkan, untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan juga anak di Kota Sukabumi, pihaknya meluncurkan sejumlah program baik secara pengawasan juga fasilitas konseling. Salah satunya Puspa (pusat pembelajaran keluarga).

"Melalui perogram tersebut, masyarakat dapat melakukan konseling keluarga, informasi dan kosultasi pengasuhan, juga ada layanan konseling remaja,"terang dia.

Untuk sementara, sambung dia, perogram PUSPA ini dilakukan secara online dengan menghubungi contak layanan yang telah disediakan.

"Di dalam Puspa ini masyarakatnya akan dibimbing dan diberikan konseling oleh fakarnya, termasuk disana juga ada phisikolog," pungkasnya. (Hendra)


Baca juga: Ade Suparman: Saya Sudah Berusaha Menghindar Tabrakan, Namun Takdir Berkata Lain

Editor: Suherlan
    Bagikan: