Ma Aah Tinggal Digubug Reyot Berharap Pemkab Tasikmalaya Membantunya

Jawa Barat —Senin, 15 Mar 2021 14:31
    Bagikan:  
Ma Aah Tinggal Digubug Reyot Berharap Pemkab Tasikmalaya Membantunya
Beberapa bambu menahan rumah Ma Aah yang hampir roboh. (foto:kris)

POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA

Seorang nenek tua hidup seorang diri setelah ditinggal suaminya meninggal dunia, sejak 6 tahun lalu, hidup di saung reyot yang bocor dimana-mana dan makan mengandalkan belas kasihan dari tetangga.

Mak Aah namanya. Diusianya yang sudah sangat sepuh, 70 tahun, dia harus bergelut dengan kerasnya kehidupan. Pikirannya setiap hari harus dihadapkan pada urusan sandang, pangan dan papan.

Akses menuju tempat tinggalnya tidaklah mudah, harus menelusuri perkampungan. Rumah itu terletak di tengah perkampungan Dusun Sukawangi, Desa Pasirpanjang Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Pantauan di lokasi POSKOTAJABAR,  Senin(15/03/2021),  rumah Ma Aah berdampingan dengan rumah anaknya yakni Ikah Surtikah (55) yang sedang mengalami sakit stroke dan sampingnya rumah  adiknya Uju (60), ke tiga rumah tersebut benar-benar reyot dan dinding rumahnya pun di sangga sebuah bambu.

Saat di temui di rumahnya,  Ma Aah menuturkan,  sejak ditinggal suaminya meninggal dunia,  kehidupan sehari-hari ia hanya mengandalkan anak pertama yakni Ikah, dan hampir 30 tahun tinggal di Dusun Sukawargi.

"Saya belum pernah mendapatkan sepeser pun bantuan dari pemerintah setempat,"kata Ma Aah yang dikaruniai dua anak semuanya perempuan, anak pertama tinggal satu kampung dan satu lagi beda kampung

Baca juga: Aksi Plt Bupati Cianjur Saat HUT Satpol PP, Naik Stum Gilas Ribuan Botol Miras


Mohon Bantuan Pemkab Tasikmalaya

Ia berharap  kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk bisa membatunya.  "Hoyongmah aya bantosan, isin ukeun ka tatanggi wae. (Maunya ada bantuan dari pemerintah, malu minta ke tetangga terus, Red),” imbuhnya sambil menyeka air mata.

Sementara itu, salah seorang tetangga yang tak jauh dari rumahnya itu dan tak mau di sebut namanya itu mengaku tak keberatan membantu Mak Aah Bahkan, kata dia, beberapa tetangga begitu perhatian dengan kondisinya.

Tapi meski begitu, Ia mengaku miris dengan kondisi nenek tua ini. Ia ingin membantu lebih banyak, tapi tak bisa.

Berharap ada bantuan pemerintah dan ini harus mendapat perhatian khusus dari pihak pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, yakni dinas sosial.

"Apalagi jika mau makan nasi harus minta-minta,” keluhnya. (Kris)


Baca juga: Harga Ayam kampung dan Daging Jelang Puasa Ramadhan Balapan Naik




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait