Publik Protes Penyiaran Pernikahan Atta dan Aurel Secara Langsung, KPI Panggil Pihak RCTI

Gaya Hidup —Senin, 15 Mar 2021 17:25
    Bagikan:  
Publik Protes Penyiaran Pernikahan Atta dan Aurel Secara Langsung,  KPI Panggil Pihak RCTI
pernikahan Atta dan Aurel - terasjakarta
POSKOTAJABAR,BANDUNG

            Terkait penyiaran rangkaian pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah yang disiarkan secara langsung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana memanggil pihak RCTI hari ini Senin (15/3/2021).

            KPI mengaku melakukan pemantauan dalam siaran tersebut. Untuk itu KPI siap berunding dengan RCTI soal kebijakan penyiaran.
 
"Nah kan sudah ada penayangan, kami sudah minta teman-teman pemantau, menyampaikan laporan dan hari Senin itu kami melakukan pemanggilan terhadap pihak RCTI," kata Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu.

Baca juga: Penasaran Bagaimana Sosok Hantu? Coba 8 Cara Ini untuk Bisa Melihat Mahluk Halus!


           Sebelumnya beredar sebuah kritik tajam dari pihak Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) atas tayangan rangkaian pernikahan Atta dan Aurel.

          Mulyo menegaskan bahwa tanpa adanya kritik semacam itu, sejak awal pihaknya sudah berencana memastikan kebenaran rencana penyiaran tersebut kepada pihak televisi.

"Sebetulnya tanpa ada tanggapan itu memang kami berencana kemarin itu, kami menerima (jadwal siaran pernikahan) itu sore ya. Sore baru terima flyer jadwal itu ya dari teman terkait dengan itu," ujar Mulyo.


"Kemudian kami diskusi di bidang pengawasan, kemudian kami berencana mau mengundang pihak RCTI. Tapi sebelumnya kami coba konfirmasi ke pihak RCTI-nya, apakah flyer itu benar adanya atau tidak, dalam perencanaan program siaran yg mau ditayangkan," jelasnya.

          Sekedar informasi, penayangan rangkaian pernikahan Atta dan Aurel dari lamaran hingga akad nikah mendapat kritik tajam dari KNRP.

           Acara tersebut dianggap tak memenuhi kepentingan publik yang harus disiarkan melalui media massa. KNRP juga sempat menyesali sikap KPI yang dianggap abai pada kepentingan masyarakat untuk mendapatkan informasi./terasjakarta/res

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait