Kepala BNPB Doni Monardo: Lereng Bukit Palasari Rawan Longsor

Jawa Barat —Senin, 15 Mar 2021 21:17
    Bagikan:  
Kepala BNPB Doni Monardo: Lereng Bukit Palasari Rawan Longsor
Kepala BNPB Doni Monardo saat memberikan pengarahan kepada warga Bukit Palasari. (foto:ist)

POSKOTAJABAR, NGAMPRAH.

Musibah longsor yang terjadi di Sumedang, beberapa minggu yang lalu, harus menjadi pembelajaran bagi pemda lainnya, agar melakukan antisipasi pencegahan bencana dan mitigasi.

Hal itu diungkapkan  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dirinya memperihatinkan masalah Bukit Palasari di Kampung Cibeber Hilir Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat (Jabar).

Bukit Palasari tersebut ternyata menurut Doni, berpotensi terjadi longsor.

Karena Bukit Palasari yang terletak di Kampung Cibeber Hilir Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat (Jabar), berpotensi tinggi terjadi longsor.

Ditekankan pula oleh Doni, agar Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (Pemkab) KBB secara sensitifitas pembangunan yang berorientasi kepada risiko bencana.

Baca juga: Kabar Baik dari Menkes, dalam Dua Bulan Terakhir Kasus Covid-19 di Indonesia Mengalami Penurunan


Jangan Sampai Terjadi Seperti di Sumedang

Dilihat dari kontur Bukit Palasari hampir setengah tebing gunung yang berbatasan dengan wilayah Kota Cimahi ini, kondisinya gundul akibat bekas galian C, dan tepat di bawah kaki gunung terdapat pemukiman penduduk yang cukup padat berada di wilayah RW 03, 04 dan 16.

Yang lebih parah lagi kata Doni, jumlah warga yang berada di bawah lereng Bukit Palasari di Kampung Cibeber Hilir Desa Giriasih tersebut terdiri dari RW 3, sebanyak 130 KK, dengan 350 jiwa, RW 04 sebanyak 225 KK, 750 jiwa dan RW 16 ada 154 KK, 450 jiwa.

Doni juga terkejut menyaksikan kondisi Bukit Palasari yang rentan longsor apabila hujan lebat dengan durasi waktu lebih dari 30 menit lamanya.

“Kebetulan beberapa hari yang lalu saya melintas jalan dari Batujajar ke Cimahi, saya melihat suatu kawasan yang seperti kita saksikan sekarang, dapat Saya bayangkan jika hal ini tidak segera dilakukan upaya pencegahan kasusnya, mungkin akan mirip seperti yang di Sumedang pada tanggal 9 Januari lalu,” terang Doni, usai menyaksikan simulasi kesiapsiagaan bencana di area pembangunan PT. Awani-Batujajar.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Signal Internet untuk Warga, BUMDes di Pangandaran Lakukan Ini!


Kajian Libatkan Pakar

Doni-pun meminta kepada Pemerintah Daerah Jabar, maupun Pemda KBB diminta untuk melakukan kajian di lokasi-lokasi serupa dengan melibatkan para pakar.

Karena agar pembangunan dilokasi rersebut harus sesuai dengan ketentuan kajian dari pakar.

“Jadi kalau sudah pakar yang berbicara, jangan ada pembangunan, ya karena mereka yang tahu,” imbuhnya.

Warga Bukit Palasari pun ikut malkukan simulasi bencana diarea tersebut, dan Doni dengan pejabat pemkab KBB melakukan penanaman pohon.

Disebabkan dari kondisi Bukit Palasari yang cukup mengkhawatirkan tersebut, secara tegas menurut Doni, perlu adanya upaya-upaya pencegahan, seperti memasang alat early warning sistem (EWS) tanah longsor sebagai peringatan dan pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi titik kumpul, serta sosialisasi edukasi pelatihan dan gladi dalam penanggulangan tanah longsor. (Bagdja)


Baca juga: Warga Cikalang Girang Tasikmalaya Grebek Tempat Kost yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait