Tiga Pejabat di Indramayu Terpilih Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional

Jawa Barat —Selasa, 16 Mar 2021 06:10
    Bagikan:  
Tiga Pejabat di Indramayu Terpilih Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional
Tiga pejabat terdiri dari; Kepala Diskominfo Indramayu Drs. Aan Hendrajana M, M.Si, Kepala DKP, Erpin Marpinda, S.Sos., M.H., dan Kabid Yankes pada Dinkes, Yadi Hidayat, SKM, M.KM terpilih mengikuti P


POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terpilih mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Tiga orang ASN itu telah malang-melintang di birokrasi level daerah, mewakili Kabupaten Indramayu mengikuti PKN, bersama ASN lain se-Indonesia.

Ke-3 orang tersebut yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Drs. Aan Hendrajana M, M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Erpin Marpinda, S.Sos., M.H., dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Yadi Hidayat, SKM, M.KM.

Kegiatan PKN diikuti 60 orang ASN dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini difasilitasi Badan Kepegawaian dan  Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Jawa Tengah. PKN dimulai 15 Maret - 25 Juni 2021 dengan metode Blended Learning.  Diklat bergengsi bagi ASN ini dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara virtual, Senin (15/03/2021).

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, para peserta PKN ini harus memiliki jiwa kepemimpinan yang adaptif di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Pandemi Covid-19 telah mengubah  kebiasaan lama dengan adaptasi kebiasaan baru. Untuk itu pemimpin di berbagai daerah dan instansi harus mampu beradaptasi secepat mungkin dengan keadaan global saat ini.

"Pandemi telah mengubah kita, yang dulunya biasa sekarang menjadi luar biasa karena harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan," tegas Ganjar.

Baca juga: Sidak Bupati Indramyu Nina Agustina Temukan Absensi ASN Bermasalah


Metode Blanded Learning

Sementara itu Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu, Wahidin mengatakan, metode Blanded Learning adalah gabungan antara “Distance Learning” (pembelajaran jarak jauh) dan Klasikal.

Pada pembelajaran Distance Learning, peserta mengikuti pembelajaran dari tempat kedudukan masing-masing (disarankan dari rumah) dengan memanfaatkannya teknologi informasi (Learning Management System/LMS dan aplikasi online video meeting/conference), pada waktu tertentu peserta berada di kelas virtual dan beberapa waktu tertentu di instansi masing-masing (Work from Home/Office), dan tahap akhir dilaksanakan secara klasikal.

Salah seorang peserta PKN, Kepala Diskominfo Indramayu, Aan Hendrajana, mengatakan, PKN merupakan hak bagi ASN untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina atas kepercayaan yang diberikan kepadanya, karena terpilih menjadi salah satu peserta PKN.

"Mudah-mudahan dalam diklat ini ada sesuatu yang baru, yang dapat menambah pengetahuan, ilmu, skill, serta pengalaman," katanya. (Yan)

Baca juga: Kabar Baik dari Menkes, dalam Dua Bulan Terakhir Kasus Covid-19 di Indonesia Mengalami Penurunan

 

Editor: Suherlan
    Bagikan: