Dor! Seorang Pria di Rawamerta Karawang Nekad Bunuh Diri Pakai Senpi Rakitan

Jawa Barat —Selasa, 16 Mar 2021 16:53
    Bagikan:  
Dor! Seorang Pria di Rawamerta Karawang Nekad Bunuh Diri Pakai Senpi Rakitan
Ilustrasi bunuh diri dengan menggunakan senjata api. (covesia)

POSKOTAJABAR, KARAWANG. 

Dengan menggunakan senpi (senjata api) rakitan, seorang pria bernama Dendi (20) di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang melakukan bunuh diri dengan menembak dirinya di bagian dada, Selasa (16/03/2021) sekitar pukul 01.00 WIB. 

"Benar, korban berinisial D (20). Untuk sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, karena ada gangguan kejiwaan," kata Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra, melalui Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. 

BACA JUGA:  Setelah Ikut Vaksinasi Covid-19, Seorang Guru Honorer di Garut Mengalami Kelumpuhan

Dia mengungkapkan, dugaan bunuh diri itu berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan dari sejumlah pihak (keluarga dan warga sekitar) yang dilakukan jajaran kepolisian di TKP.  "Sementara hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, diduga yang bersangkutan (melakukan) bunuh diri," tegas Oliestha. 

Oliestha membenarkan, korban tewas bunuh diri, setelah melakukannya dengan cara menembak dada bagian sebelah kiri menggunakan sebuah senpi rakitan milik korban. 

Untuk motif korban melakukan bunuh diri, kata Oliestha, korban terungkap memiliki gangguan kejiwaan yang sudah lama diderita oleh korban.  "Yang bersangkutan ada gangguan kejiwaan. Suka ngamuk-ngamuk mendadak dan suka merusak atau menghancurkan kaca rumah orang juga," ungkapnya. 

BACA JUGA:  Ini Tahapan yang Akan Dilewati CPNS 2021 hingga Resmi Jadi ASN

Dikatakan, pihaknya sudah mengamankan sepucuk senpi rakitan yang digunakan oleh korban untuk bunuh diri. Ia juga masih menyelidiki kepemilikan senpi rakitan milik korban itu. Senpi tersebut juga, diketahui ditemukan oleh pihak kepolisian dalam genggaman tangan korban.

"Sementara masih penyelidikan, butuh waktu," ujarnya. 

Hingga kini, jasad korban masih berada di kediamannya dan pihak keluarga menolak membawa korban ke RSUD Karawang untuk diotopsi.  "Ini masih kita bujuk supaya mau dibawa ke RSUD Karawang. Kayaknya mau langsung dimakamkan, dari keluarga mintanya langsung dimakamkan dan menolak dibawa ke RSUD Karawang," tuturnya. (asl)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait