Bupati Hj. Nina Agustina Secara Tegas Melarang Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkab Indramayu

Jawa Barat —Selasa, 16 Mar 2021 19:26
    Bagikan:  
Bupati Hj. Nina Agustina Secara Tegas Melarang Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkab Indramayu
Kantor BKPSDM Kabupaten Indramayu. (Yan)

POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Jika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indramayu yang masih beranggapan jabatan bisa dibeli dengan uang, harap simpan dalam-dalam. Sebab, Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina, SH., MH., C.R.A. secara tegas melarang jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Indramayu.

Penegasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Indramayu Nomor: 800/231-BKPSDM/2021 tentang Larangan Jual-Beli Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tertanggal 16 Maret 2021.

Dengan pelarangan jual-beli jabatan tersebut, orang nomor satu Indramayu itu menginginkan birokrasi yang bersih, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5. Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

BACA JUGA:  Penangkapan Bupati KBB Aa Umbara dan Anaknya Terkait TPK Barang Darurat Bencana Pandemi Covid-19

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Wahidin, menjelaskan, larangan jual-beli jabatan tersebut, sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, serta selaras dengan visi dan misi Indramayu Bermartabat (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur, dan Hebat).

Berdasarkan regulasi tersebut, jelasWahidin, pelarangan jual-beli jabatan merupakan langkah untuk mewujudkan reformasi birokrasi menuju good governance dan clean government di lingkungan Pemkab Indramayu. 

Karenanya, tambah Wahidin, dibutuhkan ASN yang memiliki integritas, profesional, netral, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu memberikan pelayanan publik dengan baik.

Wahidin menjelaskan, Pemkab Indramayu di bawah kepemimpinan Nina-Lucky berkomitmen menegakan reformasi birokrasi  dengan menerapkan prinsip sistem merit dalam penempatan ASN untuk jabatan, baik melalui mutasi maupun promosi berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja dan disiplin secara adil dan wajar.

Sebagai langkah konkret dalam menghindari jual beli jabatan tersebut, kata Wahidin, saat ini Pemkab Indramayu memiliki ketentuan yakni setiap ASN yang memenuhi syarat jabatan, mempunyai kesempatan yang sama untuk diangkat dalam jabatan, baik jabatan pimpinan tinggi pratama, administrasi maupun jabatan fungsional.

BACA JUGA:  Ketua Komisi II DPRD Jabar Rahmat Hidayat Djati Meminta Presiden Jokowi Segera Menghentikan Kebijakan Impor Beras

Kemudian, untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, jelasnya, akan dilakukan secara terbuka oleh panitia seleksi (Pansel) yang mempunyai kompetensi, serta bebas dari intervensi pihak manapun.

Selain itu, kata Wahidin, untuk mutasi dan promosi jabatan administrasi (administrator dan pengawas) dan jabatan fungsional berdasarkan pertimbangan tim penilai kinerja ASN secara objektif yaitu kompetensi,  kualifikasi, syarat jabatan, penilaian atas prestasi kerja, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, tanpa membedakan gender, suku, agama, ras, dan golongan.

"Kita berkomitmen untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang selaras dengan visi dan misi Indramayu Bermartabat," tegas Wahidin. (Yan)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait