Selama Bulan Maret 2021, Polresta Tasikmalaya Ungkap 11 Kasus Narkoba Jaringan Lapas

Kriminal —Selasa, 16 Mar 2021 20:54
    Bagikan:  
Selama Bulan Maret 2021, Polresta Tasikmalaya Ungkap 11 Kasus Narkoba Jaringan Lapas
Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan, memperlihatkan barang bukti dan 12 pelaku, seorang diantaranya wanita. (Kris)

POSKOTAJABAR TASIKMALAYA

Satuan Reskrim (Satreskrim) Narkoba Polresta Tasikmalaya berhasil mengungkap 11 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya, dalam satu bulan terakhir Maret 2021.

Dua diantara yang berhasil diungkap adalah jaringan narkoba yang dikendalikan oleh salah seorang tahanan Lapas Sukamiskin Bandung dan Lapas Nusakambangan, melalui perantara berinisial E, warga Kediri, Jawa Timur (Jatim).

"Pengedar berinisial E, diketahui sebagai operator dan pelakunya sudah ditangkap dengan barang bukti sabu 14 gram," ungkap Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan, saat konfrensi pers, Selasa (16/03/2021).

BACA JUGA:  Seorang Pria Asal Kelurahan Muka Kecamatan Cianjur Sengaja Meloncat ke Sungai Cianjur

Menurut Doni, jaringan pengedar narkoba itu terungkap dari seorang operator yang mengaku mengendalikan dari dalam lapas. Namun, pihaknya masih dalam penyelidikan lebih dalam terkait tahanan tersebut karena mengendalikan lewat handphone-nya.

Secara keseluruhan, lanjut Doni, pihaknya telah berhasil mengungkap 11 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari 11 kasus itu, tersangkanya 12 orang dengan rincian 11 orang laki-laki dan 1 orang wanita. Rincian kasusnya terdiri dari 3 kasus perkara sabu dan daun ganja kering, 3 kasus perkara tembakau sintesis, 2 kasus psikotropika, dan 2 kasus penyalahgunaan ketersediaan farmasi.

Dikatakan, dari total 12 tersangka tersebut rincian klasifikasinya 4 orang pengguna, 3 orang perantara, dan 5 orang pengedar. Sebanyak 9 tersangka belum pernah dihukum dan 3 orang residivis.

BACA JUGA:  Bupati Hj. Nina Agustina Secara Tegas Melarang Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkab Indramayu

"Sedangkan, barang bukti yang diamankan 14 gram sabu, 70 gram ganja kering, 60 gram tembakau sintesis, psikotropika 49 butir, dan tersediaan farmasi 857 butir," jelasnya.

Kepada mereka disangkakan dengan beberapa pasal berbeda, sesuai dengan aksinya yakni pada Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara mulai 4 tahun sampai 15 Tahun penjara. (Kris)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait