Siswa di Indramayu Jenuh Ikuti Pembelajaran Jarak Jauh

Pendidikan —Selasa, 16 Mar 2021 23:30
    Bagikan:  
Siswa di Indramayu  Jenuh Ikuti Pembelajaran Jarak Jauh
Seorang guru Didno mendatangi siswi yang tidak punya handphone. (foto:Yan)

POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Sudah genap satu tahun pelajar di Indonesia melaksanakan belajar dari rumah karena pandemi Covid-19. Termasuk pelajar di Kabupaten Indramayu. Namun berbagai kendala dihadapi  selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Banyak kendala yang dihadapi saat PJJ. Baik guru, siswa dan juga orang tua atau wali murid. Masalah yang dihadapi guru saat ini yakni partisipasi siswa dalam mengikuti PJJ mulai menurun. Di antaranya siswa mulai bosan dengan PJJ. Materi yang sulit dijelaskan ketika belajar online dan lain sebagainya.

 Sedangkan kendala yang dihadapi siswa dari mulai ketiadaan gadget, tidak ada kuota untuk belajar, hingga sinyal yang tidak stabil/buruk. Membuat kegiatan PJJ tidak bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan.

 Seperti yang dialami  salah satu pelajar di SMP Negeri 1 Gabuswetan. Dia tidak bisa mengerjakan tugas-tugas dan soal online karena tidak memiliki handphone. Mengingat minggu ini sedang diadakan kegiatan PTS (Penilaian Tengah Semester) secara daring.

Baca juga: Selama Bulan Maret 2021, Polresta Tasikmalaya Ungkap 11 Kasus Narkoba Jaringan Lapas


 Kunjungan ke Rumah Siswa

Untuk mengatasi hal tersebut, Didno sebagai guru dan juga wali kelas dari siswa tersebut, bersama Kasnali guru Bimbingan Konseling mendatangi rumah anak tersebut. Maksudnya  mencari solusi atas permasalahan tersebut yakni meminjamkan handphone untuk mengerjakan soal PTS online.

 "Orang tua siswi ini  bekerja sebagai petani. Tidak memiliki handphone. Di rumah hanya ada satu handphone itupun dibawa oleh kakaknya yang masih sekolah menengah kejuruan dan sedang mengikuti kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) sehingga setiap hari siswa ini tidak pernah mengerjakan tugas atau soal online," kata Didno, Selasa (16/3/2021).

 Untuk mengatasi kesulitan tersebut, wali kelas menawarkan agar siswa tersebut  datang ke sekolah. Karena setiap hari ada guru piket dan guru mata pelajaran yang datang dan mengajar secara online.

 "Kita turut prihatin dengan keadaan begini. Semoga pandemi segera berakhir dan kegiatan pembelajaran bisa dilaksanakan di sekolah seperti sebelum pandemi," kata Didno. (Yan)

Baca juga: Seorang Pria Asal Kelurahan Muka Kecamatan Cianjur Sengaja Meloncat ke Sungai Cianjur

Editor: Suherlan
    Bagikan: