Dinsos PMD Harapkan Konflik Internal di Desa Pangandaran Selesai

Jawa Barat —Rabu, 17 Mar 2021 04:40
    Bagikan:  
Dinsos PMD Harapkan Konflik Internal di Desa Pangandaran Selesai
Kepala Bidang Penataan Kerjasama Administrasi Pemerintah dan Desa (PKAPD) Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran, Yayat Ahadiat. (dry)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-PMD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengharapkan konflik internal di Desa Pangandaran selesai.

Kepala Bidang Penataan Kerjasama Administrasi Pemerintah dan Desa (PKAPD) Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran, Yayat Ahadiat, mengatakan, menyikapi konflik di Desa Pangandaran harus ada penyelesaian dan segera mencari solusi.

"Nah, solusinya tetap antara BPD, Kepala Desa dan Perangkatnya melakukan islah (damai,red) yang sebenar-benarnya. Jika ada kesalahan dari pihak masing-masing, sudah jangan dibahas dan itu jadikan cermin," ujar Yayat saat ditemui POSKOTAJABAR di ruang kerjanya, Selasa (16/03/2021).

BACA JUGA: Pelaksanaan Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa di Kabupaten Pangandaran Jadi Sorotan Awak Media

Yayat mengaku, pihaknya sudah memberikan peringatan dan pemahaman sebanyak dua kali kepada pihak internal Desa Pangandaran sampai lewat waktu jam kerja.

"Pada saat saya memberikan warning, dari BPD, Kepala Desa dan Sekdes berikut perangkat semuanya sepakat. Namun, tidak lama kemudian Kades telepon laporan perangkatnya gini. Terus tidak lama perangkat ngadu, kadesnya begitu termasuk BPD juga. Terus saya harus gimana? 'Kan sudah di kasih pemahaman sebelumnya," tuturnya.

Akan tetapi, kata Yayat, jangan sampai setelah ada perdamaian melalui islah dan jangan sampai hanya bikin surat berita acara tapi dikemudian waktu diulangi kembali.

"Ketika itu sudah dilakukan, misal sudah akur (damai,red) terus ada yang mulai lagi cari masalah baik itu dari Kepala Desa, Sekdes atau perangkat konsekwensi mengundurkan diri," katanya.

Yayat menjelaskan, kuncinya hanya satu untuk menyelesaikan konflik di Desa Pangandaran yaitu islah. mau bagaimanapun juga Kepala Desa Pangandaran tetap Adi Fitriadi yang legal hasil pilihan.

BACA JUGA: Pembangunan TPSA Cikundul Targetnya Juli Sudah Bisa Digunakan

"Terus mau gimana-gimana juga perangkat desa merupakan pembantu kepala desa, jadi kenapa harus terjadi konflik di internal sendiri," cetusnya.

Saat ditanyakan perihal sudah sejauh mana perkembangan pemeriksaan Desa Pangandaran oleh Tipikor Polres Ciamis, Yayat menyebutkan, sampai saat ini pemeriksaan masih berjalan,

"Setahu saya, ada tiga orang perangkat desa yang sudah dipanggil dan diperiksa oleh Tipikor," terangnya. (dry)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait