DPR Kritisi Rencana Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Gunakan Saluran Publik untuk Kepentingan Pribadi

Gaya Hidup —Rabu, 17 Mar 2021 10:24
    Bagikan:  
DPR Kritisi Rencana Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Gunakan Saluran Publik untuk Kepentingan Pribadi
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. (instagram/@aurel.hermansyah)

POSKOTAJABAR, JAKARTA

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menilai wajar banyaknya kritik terhadap rencana pernikahan dua selebritas Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah yang akan disiarkan selama beberapa hari di salah satu stasiun televisi swasta.

Kritik itu datang dari LSM, akademisi dan masyakarat sipil. Kritikan itu terasa wajar  karena acara pernikahan yang bersifat pribadi akan ditayangkan menggunakan frekuensi publik dengan durasi waktu yang berlebihan.

"Popularitas para selebritas tidak bisa menjadi justifikasi untuk penyalahgunaan barang publik seperti frekuensi terestrial," kata politisi PKS ini saat dihubungi, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: RAMALAN Zodiak Besok Kamis 18 Maret 2021, Virgo Ada Kejutan, Capricon Berfikirlah Positif

Sukamta memgatakan, beberapa kali kejadian seperti ini terjadi, tidak hanya yang akan dilakukan oleh Ata dan Aurel.

Ini menunjukkan stasiun televisi masih lebih mementingkan rating dan nilai ekonomis dibandingkan kewajibannya sebagai lembaga penyiaran untuk memberikan tayangan yang berkualitas dan melindungi kepentingan publik. 

"Karena gunakan saluran publik, semestinya digunakan untuk kemanfaatan publik," katanya.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dapat segera merespon dan bertindak tegas atas berbagai kritik yang dilayangkan oleh berbagai pihak.

Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta, Rabu 17 Maret 2021, Al dan Andin Datangi Rumah Ojol, dan Ini yang Terjadi!

KPI juga diminta untuk lebih mengambil inisiatif sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Saya kira kalau tayangan TV sudah berlebihan harus segera ditindak oleh KPI," ucapnya.

Ia mengatakan, melihat tayangan selebritas itu juga bisa menjadi hiburan bagi masyarakat mestinya cukup ditampilkan dalam durasi terbatas dan masuk dalam acara infotainment. 

"Di masa pandemi ini akan sangat baik jika KPI bisa mendorong peningkatan kualitas konten penyiaran," tegasnya. 

poskota


Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait