Tembok Beton yang Tutup Akses Rumahnya Dibongkar, Hadiyanti: Rasanya Kayak Mimpi

Nasional —Rabu, 17 Mar 2021 14:56
    Bagikan:  
Tembok Beton yang Tutup Akses Rumahnya Dibongkar, Hadiyanti: Rasanya Kayak Mimpi
Petugas membersihkan puing tembok yang pagi tadi dibongkar lantaran menutup rumah warga di Ciledug, Tangerang, Banten. (toga)

POSKOTAJABAR,TANGERANG

Hadiyanti (60), pemilik rumah yang akses keluar masuk tempat tinggalnya ditutup tembok beton setinggi 2 meter kini kembali dapat bernapas lega. Hal itu menyusul tembok yang menghalangi rumahnya dibongkar petugas, Rabu (17/3/2021) pagi.

Hadiyanti berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pembongkaran tembok. Dia mengaku lega karena kini dapat kembali melihat jalan setelah dua tahun lamanya tembok beton mengisolasi rumahnya.

"Terima kasih Allah SWT, media, dan atas aparat semuanya. Selama dua tahun ini ibu nggak lihat jalan, sekarang sudah lihat jalan, rasanya kayak mimpi," ujar Hadiyanti saat ditemui di lokasi, Rabu (17/3/2021). 

BACA JUGA : Susi Pudjiastuti: Stop Impor Beras! Saat Panen Raya Pemerintah Rencanakan Impor Beras 1 Juta Ton

Hadiyanti mengungkapkan, pembangunan tembok permanen tersebut baru dilakukan dalam sebulan ini. Namun untuk tembok sebelahnya telah dua tahun dibangun. 

"Kalau tembok permanen baru sebulan ini. Kalau tembok kemarin tuh nggak mati, masih bisa masuk motor. Kemarin ini (saat pembangunan tembok kedua) nggak sama sekali," katanya. 

Meski begitu, dirinya mengaku masih merasa khawatir akan kembali dilakukan pemagaran tembok yang sama oleh ahli waris, meski telah dilakukan pembongkaran okeh petugas.

"Masih ada kekhawatiran, namanya manusia. Sedangkan di depan dia tutup, di belakang dia buka. Kami juga was-was," katanya.

BACA JUGA : 6 Kiat Sukses Lulus Seleksi CPNS 2021

Diberitakan sebelumnya, petugas dengan menggunakan alat berat mulai membongkar tembok beton setinggi 2 meter yang menutupi akses jalan rumah warga di Jalan Akasia RT 04/03 , Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Pembongkaran paksa tembok sepanjang 300 meter tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan yang ditutup Asrul Burhan alias Ruli, pemilik tembok.

Pembongkaran tersebut dilakukan lantaran Ruli enggan membongkar sendiri meski Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah memberikan waktu untuk membongkar yakni pada Selasa kemarin. (toga/ys)

Dilansir dari poskota.co.id

BACA JUGA : Tembok Beton yang Tutup Akses Rumahnya Dibongkar, Hadiyanti: Rasanya Kayak Mimpi

Editor: Reza
    Bagikan: