Catatan BPBD : Angin Topan Mendominasi Kejadian Bencana di Pangandaran

Jawa Barat —Rabu, 17 Mar 2021 19:14
    Bagikan:  
Catatan BPBD : Angin Topan Mendominasi Kejadian Bencana di Pangandaran
Manajer Pusdalops BPBD Pangandaran Ranta (foto: doc.dry)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mencatat ada sebanyak 27 bencana yang terjadi sepanjang Januari hingga 16 Maret 2021. Bencana alam ini didominasi angin topan dengan diikuti tanah longsor.

BPBD merinci, kejadian bencana tersebut antara lain 25 angin topan, 1 tanah longsor dan 1 kebakaran rumah.

Manajer Pusdalops BPBD Pangandaran Ranta mengatakan, bencana alam angin topan tercatat ada sebanyak 25 kali kejadian.

"Yang terdampak akibat bencana angin topan sebanyak 26 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 67 orang dan 1 orang luka-luka," ujar Ranta saat ditemui  POSKOTAJABAR di ruang kerjanya, Rabu (17/03/2021).

Selai itu, kata dia, sarana prasana yang mengalami kerusakan tercatat ada 24 rumah warga dan satu lokasi lahan pesawasahan.

"Taksiran kerugian dari bencana alam itu mencapai Rp 236.550.000," sebutnya.


Tanah Longsor

Menurut dia, bencana alam angin topan yang terjadi sebanyak 25 kali itu tersebar di Kecamatan Parigi, Langkaplancar, Cimerak, Sidamulih, Pangandaran, Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya.

"Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Langkaplancar dan kebakaran terjadi di Kecamatan Cijulang," tuturnya.

Hasil assesment dilapangan, sambung Ranta, kerusakan 24 rumah warga yang mengalami rusak berat sebanyak 4 unit, rusak sedang 5 unit dan rusak ringan sebanyak 16 unit.

"Ada 1 unit rumah di Kecamatan Langkaplancar yang kondisinya terancam ambruk," katanya.


Belum Terealisasi

Ranta menyampaikan, terjadinya banjir disebabkan derasnya guyuran hujan dan kondisi sungai yang sudah dangkal serta air laut pasang.

"Tahun 2019 sungai Cikidang yang sudah dangkal itu dilakukan pengerukan dan pelebaran, sekarang ketika hujan deras di wilayah bojongsari tidak pernah kebanjiran lagi," terangnya.

Namun, sambung dia, untuk di daerah lainnya seperti di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya pihak desa berharap adanya pengerukan sungai yang dangkal agar tidak dilanda banjir setiap turun hujan.

"Pernah pihak pemerintah desa mengusulkan tapi belum terealisasi, karena urusan sungai menyambungnya ke BBWS," pungkasnya. (dry)



Editor: Suherlan
    Bagikan: