Klarifikasi Kemenkes : Vaksin Sinovac Bukan Kedaluwarsa tapi Habis Masa Simpan

Nasional —Kamis, 18 Mar 2021 10:55
    Bagikan:  
Klarifikasi Kemenkes : Vaksin Sinovac Bukan Kedaluwarsa tapi Habis Masa Simpan
Image/Pinterest

POSKOTAJABAR,BANDUNG

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berdasarkan data stabilitas produk, mengklaim bahwa vaksin Sinovac untuk Covid-19 memiliki masa simpan dalam kurun waktu enam bulan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan klarifikasi seputar kabar yang hangat diperbincangkan bahwa vaksin Sinovac Covid-19 sudah kadaluwarsa.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan vaksin Sinovac bukanlah kedaluwarsa melainkan habis masa simpan atau shelf life.

Nadia menegaskan kebijakan ini bukan bermaksud untuk mempercepat masa simpan vaksin Sinovac, melainkan sebagai tindakan kehati-hatian pemerintah dengan tidak begitu saja menerima data dari produsen.

"Bukan ada percepatan dari BPOM terkait masa simpan ini, tetapi BPOM melihat bahwa shelf life dari vaksin ini tidak semata-mata berdasarkan informasi yang disampaikan oleh produsen tetapi berdasarkan pada data stabilitas yang ada,” ujarnya seperti dikutip mediamagelang.pikiran-rakyat.com dari halaman resmi Kemenkes, Rabu, 17 Maret 2021.

BACA JUGA : Kisi-kisi CPNS 2021 untuk Lulusan SMK Sederajat

Pada tahapan pertama, vaksin Sinovac tiba di Indonesia pada awal Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dosis dan 1,8 juta pada Desember akhir.

Masa simpan 1,2 juta dosis vaksin itu adalah sampai 25 Maret 2021, sementara untuk 1,8 juta dosis vaksin memiliki masa simpan sampai Mei 2021. Kendati demikian, vaksin tersebut telah habis digunakan untuk vaksinasi.

“Kemenkes mengikuti keputusan BPOM. Sejak awal, kami menjaga agar penggunaan vaksin Sinovac dalam rentang shelf life atau masa simpan sesuai yang disampaikan oleh BPOM,” ujar Nadia.

Vaksin Sinovac tahap pertama diklaim habis, dan saat ini tahap kedua disuntikan pada kelompok lanjut usia berumur 60 tahun ke atas dan tenaga pelayanan publik, menggunakan vaksin produksi Sinovac yang datang pada tahap berikutnya dalam bentuk bahan baku atau bulk yang kemudian diolah dan diproses oleh Bio Farma.

BACA JUGA : Ikuti Cara Ini, Daftar UTBK-SBMPTN 2021 Gratis!

Nadia mengatakan vaksin tersebut punya bentuk fisik yang berbeda dengan vaksin Sinovac yang didatangkan langsung dari China, yakni vial yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan pendahulunya.

"Kemasannya berbeda dengan yang pertama. Sama-sama berbentuk vial, tetapi vial ini bisa disuntikkan untuk 9-11 orang dengan setengah cc,” imbuhnya.

Kemenkes selalu mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tak perlu khawatir, karena pemerintah menjamin keamanan dan mutu vaksin Sinovac untuk Covid-19 yang akan diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dan diharapkan dengan klarifikasi kemenkes, masyarakat menjadi lebih tenang.

BACA JUGA : Klarifikasi Kemenkes : Vaksin Sinovac Bukan Kedaluwarsa tapi Habis Masa Simpan

Editor: Reza
    Bagikan:  


Berita Terkait