Serap Aspirasi Masyarakat, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Gelar Reses

Jawa Barat —Kamis, 18 Mar 2021 11:26
    Bagikan:  
Serap Aspirasi Masyarakat, Pimpinan dan Anggota DPRD  Kabupaten Pangandaran Gelar Reses
Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin saat melaksanakan penyerapan aspirasi masyarakat melalui reses 1 tahun sidang 2021-2022 (foto: ist)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN  
Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran melaksanakan masa reses tahap 1 tahun sidang 2021-2022 pada bulan februari terhitung sejak tanggal 19 sampai dengan tanggal 26 Februari 2021. Kegiatan masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam pelaksanaan masa reses kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, jumlah peserta reses dibatasi dan wajib pakai masker, duduknya pun berjarak (Physical Distancing,red) serta dilakukan dengan panerapan protokoler kesehatan.

Pelaksanaan Reses DPRD Kabupaten Pangandaran tetap melibatkan masyarakat dan instansi terkait untuk mencapai solusi dan pembangunan pada gagasan apa yang diinginkan masyarakat. Jadi setiap pimpinan atau anggota DPRD menentukan lokasi berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil) dan bertemu dengan masyarakat yang menjadi konstituennya.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M., masa reses yang dilakukan dewan ini murni untuk menjemput aspirasi masyarakat dan memberi solusi serta bukti.

"Jadi, reses ini bukan ajang berpolitik, setiap anggota mau pun pimpinan Dewan turun secara langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi serta menkomunikasikan apa yang telah di bangun pada tahun 2020 yang merupakan tindak lanjut reses sebelumnya serta agenda strategis yang akan dilakukan ke depan," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Kamis (18/03/2021).

\

 Komuniasi Dua Arah 

Asep juga juga menerangkan,  reses merupakan komunikasi dua arah antara anggota legislatif dengan konstituennya. Dan menampung aspirasi masyarakat yang menjadi konstituennya secara langsung.

"Keterlibatan masyarakat dalam reses akan memberi hasil yang lebih aktual dan berbasis fakta sehingga mudah untuk dikonfirmasi atau diklarifikasi ketika ada informasi yang membutuhkan penjelasan teknis dari peserta reses," katanya.

Nantinya hasil Reses, sambung dia, akan menjadi pokok-pokok pikiran dewan yang disampaikan dalam usulan program yang akan dibawa ke Musrenbang tahun anggaran 2022 karena reses ini merupakan kebutuhan nyata masyarakat.

"Akan tetapi, karena terdampak pada masa pandemi Covid-19, program pembangunan yang masuk dalam pokok pikiran anggaran digeser dalam konteks refocusing anggaran sehingga program yang merupakan usulan dari warga jadi tertunda realisasinya," terangnya.


Masyaraakat Semakin Kritis

Asep menyebutkan, ketika reses berlangsung, pendapat masyarakat bermacam-macam terlontar , sekedar celoteh, kelakar hingga nada nyinyir berbau hujatan kadang datang dari konstituen. 

"Sikap kritis masyarakat ternyata kian tajam. Tapi kami tidak prasangka buruk, tetap mengambil sisi positif selama penyerapan aspirasi berlangsung," aku Asep.

Menurut dia, semua aspirasi dari konstituen saat reses tetap diserap nantinya akan disampaikan dalam  laporan hasil reses yang akan di paripurnakan serta di sampaikan ke pemerintah daerah. 

"DPRD berkewajiban mengawal dan memperjuangkan aspirasi tersebut sampai menjadi bukti atau direalisasikan," tandasnya. (dry)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait