Malaya Park Konsep Wisata Tradisional dan Keliling Asia dan Eropa

Wisata —Minggu, 28 Mar 2021 08:42
    Bagikan:  
Malaya Park Konsep  Wisata Tradisional dan  Keliling Asia dan Eropa
Pengunjung sedang melihat hunian ala korea diwisata karangresik. (foto:kris)

POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Taman wisata Karangresik berdiri luas di area perbatasan antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten  Ciamis. Memiliki nilai sejarah bagi warga Tasikmalaya yang menjadi wisata  lengkap dari suguhan alam, suguhan wahana dan suguhan sejarah.

Dipenghujung tahun 2018 Taman wisata Karangresik di bangun dan disulap menjadi taman wisata yang indah dengan tatanan wahana yang apik. Beragam wahana yang bisa memanjakan pengunjung antara lain hadirnya Farm house yang menjadi wahana interaksi bersama hewan peliharaan, water Park wahana bermain air, wonderland sebagai wahana edukasi dan wonderful sebagai wahana untuk memacu adrenalin.

Tim Buonicreative Malaya Park Taman Wisata Karangresik, Annisa Resthy mengatakan, Jeju Park merupakan konsep baru yang ditawarkan kompleks wisata itu untuk wisatawan. Sebab, saat masa pandemi Covid-19 banyak orang yang tak bisa berlibur ke liar negeri seperti biasanya.

"Jadi kita bikin semirip mungkin. Lalu juga tidak semua orang mampu ke luar negeri. Dengan wahana ini, mereka bisa merasakan sensasinya," katanya, Sabtu (27/03/2021)

Menurut Annisa Resthy, tema Korea tradisional yang menampilkan bangunan-bangunan khas negeri Gingseng. Misalnya di sana terdapat tiga rumah hanok, yang notabene merupakan rumah tradisional korea dan terdapat sejumlah kios hanok di yang dikemas menjadi tempat untuk berfoto.

"Jadi tempat ini juga bisa untuk memfasilitasi juga komunitas Korea yang ada di sini," kata Annisa.

BACA JUGA: Sediakan Pojok Jamu, Beginilah Tujuan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran


Mempersiapkan untuk Protokol Kesehatan

Bukan hanya anjungan Korea yang terdapat di Malaya Park. Di tempat itu juga berdiri anjungan Jepang (Nagoya Hills), India (The Delhi), Belanda (Volendam), dan Yunani (Santorini).

Ia mengatakan, rencananya Jeju Park dan Nagoya Hills akan mulai beroperasi pada 29 Maret 2021. Pekan depan, pihaknya akan melakukan soft opening untuk dua wahana itu. Sementara wahana The Delhi, Volendam, dan Santorini, akan beroperasi setelahnya.

"Grand Opening setelah Lebaran. Saat itu, semua ditargetkan sudah beroperasi. Karena kita juga harus mempersiapkan untik prokes (protokol kesehatan), agar yang datang juga nyaman," ujar dia.

Wisatawan yang hendak berkunjung ke tempat itu juga tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Tiket yang ditetapkan untuk masuk ke lima wahana itu cenderung terjangkau, yaitu Rp 25 ribu untuk hari biasa, Rp 35 ribu untuk akhir pekan, dan Rp 10 untuk malam hari. Dengan tiket yang relatif terjangkau, wisatawan sudah dapat menikmati sensasi berkeliling Asia dan Eropa.

Keberadaan wahana Asia dan Eropa di Malaya Park bukan berarti menghilangkan identitas lokal di tempat itu. Sebab, sejak berdirinya pada 2018, di tempat itu sudah terdapat berbagai wahana, seperti farm house, wahana bermain air, wonderland sebagai wahana edukasi, dan wonderful sebagai wahana untuk memacu adrenalin.

Selain keempat wahana itu, terdapat juga Kampung Hawu, yang merupakan rumah makan khas Sunda. Bukan hany menyediakan makanan, Kampung Hawu juga menjadi magnet wisata dengan konsep tradisional sunda, dengan menjadi sarana pengenalan kaulinan tradisional bagi para pengunjungnya.

Namun, pandemi Covid-19 membuat wahana yang sudah ada menjadi sepi pengunjung. Karenanya, lima anjungan bertema Asia dan Eropa dibangun untuk kembali menarik wisatawan. (Kris)

BACA JUGA: Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Terpilih 26 April 2021

Editor: Suherlan
    Bagikan: