Asosiasi Bisnis di Jepang Tetap Berpeluang Rekrut Tenaga Kerja Indonesia

Internasional —Kamis, 1 Apr 2021 17:12
    Bagikan:  
Asosiasi Bisnis di Jepang Tetap Berpeluang Rekrut Tenaga Kerja Indonesia
KBRI Tokyo mengadakan acara Sharing Session on Indonesian Labor Market di hadapan para peserta dari berbagai perwakilan. (Ist)

POSKOTAJABAR, TOKYO.

Di tengah pandemi Covid-19 dan pembatasan masuknya tenaga kerja asing ke Jepang, Perusahaan dan Asosiasi Bisnis di Kumamoto tetap berpeluang merekrut Specified Skilled Worker (SSW/Tenaga Kerja Berketerampilan Khusus) Indonesia. Perekrutannya bisa melalui proses alih status visa di Jepang. 

Demikian ditegaskan Counsellor Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo, Emilia H. Elisa, dalam acara Sharing Session on Indonesian Labor Market di hadapan para peserta yang terdiri dari perwakilan penyalur tenaga kerja di Jepang. 

"Kami berharap, para pelaku bisnis Indonesia betu-betul memanfaatkan kesempatan ini. Jepang masih terbuka bagi tenaga kerja dari Indonesia. Agar tenaga kerja kita, khususnya SSW bisa bekerja di Jepang," ungkap Emilia H. Elisa.

BACA JUGA: Presiden Joko Widodo: Tidak Ada Tempat Bagi Terorisme di Tanah Air

Menurut Staf KBRI Tokyo, Andri Sumaryadi, peserta yang hadir adalah Kumamoto Association of Corporate Executives, Kumamoto Chamber of Commerce and Industry, Kumamoto Indonesia Friendship Association, Asosiasi Panti Jompo, dan Japan Agriculture Prefektur Kumamoto, serta asosiasi bisnis lainnya.

KBRI Tokyo juga memaparkan perkembangan ekonomi Indonesia terkini, yang tetap stabil dan meyakinkan perusahaan dan asosiasi bisnis di Kumamoto untuk terus berinvestasi dan memperkuat kerja sama ekonomi termasuk di sektor ketenagakerjaan dengan Indonesia.

Kehadiran Omnibus Law dan Program Vaksinasi Nasional disebut oleh Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi, Monica Sonya, sebagai bentuk kesigapan Indonesia dalam menyikapi krisis pelemahan ekonomi global memungkinkan Indonesia menduduki "5 besar" destinasi investasi Jepang di dunia.

Meskipun sempat terhenti karena pandemi Covid-19, namun pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Pemagang Indonesia ke Jepang sejak tahun 2020 sampai bulan Februari 2021, tercatat mengalami peningkatan jumlah pelamar alih visa yang mencapai 300 orang.

BACA JUGA: Kapolri : Pelaku Teror di Mabes Polri Seorang Wanita Inisial ZA Simpatisan ISIS

Hal tersebut menunjukkan masih terdapat peluang memperoleh pekerja berstatus SSW melalui maksimalisasi alih status bagi WNI residen di Jepang, yang umumnya adalah pemagang, pelajar, dan mahasiswa bahkan kandidat caregivers (pengasuh) dibawah skema IJEPA.

KBRI berharap kalangan asosiasi bisnis dapat memanfaatkan peluang ini, untuk menyerap tenaga kerja terampil WNI dalam skema SSW. (nst)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait