Jenazah Pelaku Pembacokan di Pasar Wisata Pangandaran Dimakamkan di Banjarsari

Kriminal —Jumat, 2 Apr 2021 15:21
    Bagikan:  
Jenazah Pelaku Pembacokan di Pasar Wisata Pangandaran Dimakamkan di Banjarsari
Pelaku yang tewas dihadiahi timah panas oleh petugas kepolisian (foto: doc)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Jenazah KRM (52) pelaku pembacokan dan pembakaran di Pasar Wisata blok A Dusun Karangsari Rt 02/02 Desa Pananjung Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Rabu (31/03/2021) itu dimakamkan di TPU Dusun Cikuya Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.

Adik Ipar KRM, Maman Sukiman (58) yang turut menjemput jenazah di RSUD Pandega, menyampaikan permohonan maaf kepada para korban yang mengalami luka parah dalam insiden tersebut.

"Kami mohon maaf yang sebesar- besarnya kepada anak-anak dan para korban lainya, mudah-mudahan cepat disembuhkan," ujarnya.

Dia mengatakan, KRM merupakan warga asli Banjaranyar, namun dia sempat berpindah-pindah tempat dan alamat KTP-nya mengikuti istrinya, yang merupakan warga Banyumas Jawa Tengah.

"Dia (KRM,red) sempat menginap dirumah saya selama dua malam, tapi waktu pulang saya juga tidak tahu, karena dia tidak pamitan," katanya.

BACA JUGA: Video Seorang Pengendara Fortuner Todongkan Pistol ke Warga, Usai Menabrak Motor Viral di Media Sosial


Tidak Pernah Curhat

Kata dia, sebelum kejadian pembacokan dan pembakaran kios terjadi pun pelaku tidak pernah curhat apapun.

"Sebenarnya, pelaku dengan adik kandungnya juga renggang hubunganya," terang Maman.

Maman mengungkapkan, pelaku suka berpindah-pindah tempat, pernah ke Jawa Tengah, kemudian Padaherang dan terakhir di Kecamatan Pangandaran.

"Dia tidak pernah menunjukan prilaku aneh atau seperti orang stres," sebutnya.

Maman mengaku, dia bersama keluarga mengikhlaskan kepergian KRM akibat timah panas yang menembus tubuhnya.

"Tapi mungkin dia ada beban hidup yang berat, karena faktor ekonomi," duga Maman.

Menurut dia, istri KRM bernama Amirah memang agak sedikit mengalami gangguan mental.

"Kakak ipar saya itu hanya bekerja sebagai penjahit," tuturnya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Siapkan Operasi Yustisi di Rumah Kos dan Kontrakan


Sementara, Direktur RSUD Pandega Pangandaran Asep Kemal Pasha mengatakan korban atas nama Putri Yuliana (5) dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, karena mengalami luka yang parah.

"Jadi yang empat masih dirawat di RSUD Pandega, tiga menjalani operasi, satu lagi hanya mendapat jahitan dikepala," katanya.

Menurut dia, Putri Yuliana mengalami luka di pipi kiri dan kanan dan sobek sampai ke rahang sedangkan tangannya hampir putus.

"Pelaku kemungkinan menyabet tubuh Putri sebanyak tiga sampai empat kali sabetan secara brutal. Jadi semuanya mengalami luka terbuka atau menganga, tapi Putri yang paling parah," ungkapnya.

Menurut Asep untuk pengobatan rujukan, akan dibantu oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

"Sementara yang empat korban lainnya juga akan dibantu dalam pengobatanya oleh pak Bupati," pungkasnya. (dry)

BACA JUGA: Pasca Rentetan Aksi Terorisme, Objek Vital di Jabar Berstatus Siaga 1



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait