Takut Terhalang Larangan Pemerintah, Wisatawan Asal Jakarta Pilih Liburan Lebih Awal

Wisata —Sabtu, 3 Apr 2021 20:18
    Bagikan:  
Takut Terhalang Larangan Pemerintah, Wisatawan Asal Jakarta Pilih Liburan Lebih Awal
Wisatawan di pantai barat Pangandaran yang tengah asyik menikmati deburan ombak (foto : dry)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN
Pemerintah mengeluarkan larangan bagi warga yang akan mudik pada libur idul fitri tahun 2021 mendatang. Hal tersebut membuat sebagian warga kebingungan, bahkan larangan tersebut berlaku untuk semua kalangan baik anggota Polri, TNI, PNS, Pegawai BUMN dan lainnya. Takut terhalang aturan tersebut, warga asal Jakarta ini memilih liburan lebih awal.

“Kebetulan saya sedang  tidak masuk kerja,jadi saya bersama teman manfaatkan waktu untuk  liburan ke pantai Pangandaran lebih awal,” ujar salah satu pengunjung asal Jakarta Dedi Shofian (25) kepada POSKOTAJABAR, Sabtu (03/04/2021).

Dedi mengatakan, liburan ke Pangandaran dilakukan lebih awal, lantaran takut nanti pas lebaran tidak bias pergi liburan ataupun mudik.

“Sekarang kan tanggal merah, jadi sekalian munggahan juga, takutnya nanti pas lebaran idul Fitri gak bisa datang ke Pangandaran dengan adanya larangan mudik,” katanya.


Wisata Sebelum Ramadhan

Hal senada dikatakan wisatawan lainnya, Wafik pengujung asal Bandung mengaku, bahwa pantai Pangandaran merupakan tempat favorit di wilayah Jawa Barat, makanya penasaran sebelum bulan Ramadhan tiba. 

"Saya main ke sini bareung keluarga besar, sengaja untuk liburan selagi bias dan katanya Pangandaran sudah zona aman," katanya.

Selain pantainya indah, kata dia, saat pulang berlibur dari pantai Pangandaran banyak oleh-oleh yang bisa dibeli. “Saat kita pulang nanti juga bisa beli ikan asin jambal roti untuk oleh-oleh pulang ke Bandung,” tukasnya.

Dari pantauan di Pantai Barat Pangandaran, puluhan pengunjung baik local maupun nusantara tampak mulai berdatangan dan menikmati suasana objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. Namun sayang masih banyak pengunjung yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker. (dry)

Editor: Suherlan
    Bagikan: