Seorang Mantan Pemain Timnas Indonesia Diduga Terlibat Penipuan Calon TKK Pemkot Bekasi

Kriminal —Senin, 5 Apr 2021 17:06
    Bagikan:  
Seorang Mantan Pemain Timnas Indonesia Diduga Terlibat Penipuan Calon TKK Pemkot Bekasi
Ilustrasi penipuan penerimaan CPNS. (gemasamudera)

POSKOTAJABAR, BEKASI. 

Seorang mantan pemain sepak bola Tim Nasional (Timnas) Indonesia diduga terlibat penipuan. Penipuan yang dilakukan dengan cara menjanjikan seseorang menjadi pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Kasus penipuan itu terungkap, setelah seorang yang menjadi korban penipuan tersebut, Ajie Fadillah, melaporkan masalahnya kepada pihak kepolisian. Ia mengaku dirinya telah ditipu oleh dua orang yang bernama RS dan NA yang merupakan pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi.

Oknum yang diduga melakukan penipuan tersebut adalah dua pegawai Pemkot Bekasi yang salah satunya merupakan mantan pemain sepakbola Timnas Indonesia. Dia melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian dengan No LP/601/K/III/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota.

BACA JUGA: 1.000 Miras Impor Siap Edar Disita Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya

Menurut informasi, kasus dugaan penipuan bermula pada saat dia meminta info lowongan kerja kepada RS. RS yang bekerja sebagai pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi memberikan informasi kepada Ajie, bahwa dia mampu memasukannya sebagai pegawai TKK di sana di salah satu dinas.

RS yang menjanjikan Ajie bisa diterima menjadi TKK itu melalui seseorang yang bernama NA, yang diketahui sebagai mantan pemain sepak bola Timnas Indonesia yang kini bekerja di lingkungan Pemkot Bekasi.

Namun, RS meminta sejumlah uang kepada Ajie untuk bisa dijamin lolos sebagai TKK. "Dia minta Rp. 50 juta. Tapi saya kasih Rp. 35 juta dulu, sisanya saya lunasi setelah saya sudah jadi TKK di sana. Mereka pun setuju," kata Ajie ketika dikonfirmasi, Senin (05/04/2021).

Ayah Ajie yang bernama Sudjono, menemui RS dan NA dan menyerahkan sejumlah uang tersebut kepada mereka pada Selasa (01/09/2019) silam. Pada bulan Maret 2020, Ajie yang menunggu kepastian dirinya bisa lolos menjadi TKK itu akhirnya bertanya kepada RS.  


Namun, RS mengatakan, belum bisa membantunya lantaran pada bulan tersebut Pemkot Bekasi tengah disibukan dengan penanganan pandemi Covid-19. "Karena corona, jadi belum ada kepastian yang jelas," ucapnya.

Ajie memaklumi hal tersebut dan bersabar menunggu kepastian dirinya bisa menjadi TKK di salah satu dinas di Pemkot Bekasi. Namun, sudah setahun sejak dia menunggu kepastian tersebut, hingga kini dirinya belum juga masuk menjadi pegawai TKK.

Bahkan, pada Januari 2021 ini dia menanyakan kembali. Namun, RS mengaku pemkot tengah sibuk menangani masalah banjir. RS bilang sudah ada SK-nya pada tahun 2020.

"Dia kasih saya foto SK yang dikirim NA ke dia. Tetapi, foto SK saya blur, enggak jelas. Dia bilang bakal minta lagi ke NA, tapi sampai sekarang enggak ada,” ungkapnya. 

Merasa ditipu, Sudjono pun melaporkan hal tersebut ke pihak Polres Metro Bekasi Kota, pada Senin (01/03/2021).

Menanggapi hal itu, Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan laporan dugaan penipuan tersebut. Menurut Erna, pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus tersebut.

"Benar masih didalami laporan tersebut. Kasus ini, ditangani Satuan Reskrim, nanti kita informasikan perkembangannya," kataErna. (Poskota/nst)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait