BNPB Siapkan 3 Helikopter, Tembus 12 Desa dan 6 Kecamatan di NTT yang Terisolasi Akibat Banjir Bandang

Nasional —Selasa, 6 Apr 2021 07:05
    Bagikan:  
BNPB Siapkan 3 Helikopter, Tembus 12 Desa dan 6 Kecamatan di NTT yang Terisolasi Akibat Banjir Bandang
Ratusan rumah yang terendam akibat banjir bandang di NTT. (inews)

POSKOTAJABAR, FLORES. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Doni Monardo, mengatakan akan mengirimkan helikopter untuk penyaluran bantuan daerah yang terisolasi. Tiga helikopter yang disiapkan untuk melaksanakan hal tersebut.

Operasi yang akan dilakukan menggunakan helikopter itu, untuk menyalurkan banytuan ke 12 desa dan 6 kecamatan yang tersebar di 3 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terisolasi akibat banjir bandang.  

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Joseph Nae Soi, mengatakan, enam desa yang terisolasi berada di Kabupaten Malaka, dan enam desa lainnya berada di Kabupaten Flores Timur. Sedangkan, enam kecamatan yang terisolasi berada di Kabupaten Sabu Raijua.

BACA JUGA: Temukan Satu Korban, Tim SAR Gabungan Terkendala dengan Cuaca

"Masih terisolasi Malaka ada 6 desa, jembatan putus di Kabupaten Malaka. Di Flores Timur, Adonara ada beberapa desa, sekitar 6 desa terisolasi karena longsoran. Tidak bisa lewat motor. Sabu Raijua 6 kecamatan terisolasi, jalan putus. Itu yang saya bisa beri info sementara," kata Joseph.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Doni Monardo, mengatakan akan mengirimkan helikopter untuk penyaluran bantuan daerah yang terisolasi. Sejauh ini ada tiga helikopter yang disiapkan untuk melaksanakan hal tersebut.

"Daerah terisolir akan kita dukung dengan heli, untuk beri bantuan makanan, minuman, dan lainnya akan kita prioritaskan dengan heli. Sementara, 3 unit digerakkan. Kalau kurang, nanti disiapkan lagi termasuk dari Mabes TNI dan Polri kita harap bisa beri bantuan heli," kata Doni.

BACA JUGA: Petugas Gabungan Berhasil Menangkap Tahanan yang Kabur, Satu Lagi Masih DPO

Doni juga mengungkapkan, pencarian terhadap korban hilang masih akan dilakukan oleh tim SAR dibantu TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Ia berharap, korban yang hilang dapat segera ditemukan.

"Pencarian ini prioritas kita, baik manual atau pakai alat harus saling melengkapi. Kalau alat belum tersedia, manual bisa kita upayakan pakai tenaga TNI, Polri, SAR, dan masyarakat di beberapa titik tersebut," papar Doni. (Poskota/nst)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait