Menilik Desa Mistis Pemakaman Terbuka Trunyan, Berani Mampir?

Gaya Hidup —Selasa, 6 Apr 2021 15:49
    Bagikan:  
Menilik Desa Mistis Pemakaman Terbuka Trunyan, Berani Mampir?
Menilik Desa Mistis Pemakaman Terbuka Trunyan-GADO-GADO BLOGSPOT

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Indonesia Memiliki tempat-tempat unik dibeberapa penjuru daerah nusantara yang kaya akan kebudayaan dan adat istiadat membuat tempat ini bukan hanya unik, namun juga menyeramkan.

Desa yang dipenuhi dengan mayat yaitu, Trunyan merupakan salah satu desa yang berada di daerah Kintamani. Destinasi satu ini terkenal akan tradisi pemakaman yang unik.

Trunya sendiri berasal dari naman pohon yang menjadi pemakanan warga yang meninggal bernama Taru Menyan.

BACA JUGA: Ramalan Zodiak Karier Besok Rabu 7 April 2021, Capricorn Optimis, Sagitarius Mulai dari Nol

Biasanya pemakaman selalu identik dengan peti atau kain kafan, tapi tidak begitu di Trunyan. Di Desa Trunyan, mayat tidaklah pernah dibakar melalui ritual Ngaben seperti umumnya masyarakat di Pulau Bali. Di sini mayat sengaja dibiarkan membusuk di permukaan tanah dangkal berbentuk cekungan panjang di bawah udara terbuka. Mayat hanya diletakkan begitu saja di atas tanah.

Namun Bukan sembarang tanah, warga Trunyan meletakkan mayat di bawah sebuah pohon yang sudah bertahun-tahun tumbuh di sana. Percaya atau tidak tpohon tersebut memiliki sesuatu yang magis dan memeiliki kepercayaan sendiri bagi warga setempat.

Bagi kerabat dari orang-orang mati cukup menyiapkan bambu sebagai pagar di samping makamnya. Nampak sederhana tidak seperti pemakaman di tempat lain Selain dipagari dengan bambu ukuran satu meteran, juga ada sesaji yang di letakkan persis di dekat area makam.

BACA JUGA: Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 7 April 2021, Taurus Berusaha Ikhlas, Leo Perjuangkan Cinta

Anehnya, Kendati dibiarkan terbuka tanpa tertimbun tanah, mayat yang ada di makam Trunyan ini tidak menimbulkan bau busuk. Malah bau harum yang tercium.

Nah , bau harum tersebut berasal dari pohon besar bernama Taru Menyan yang berada di tengah makam. Warga sekitar pun percaya jika akar dari pohon ini yang menyerap bau busuk dari mayat.

Beberapa mayat yang sudah menjadi tulang belulang dikumpulkan menjadi satu. Hal ini agar mayat yang baru dapat diletakkan di sebelah pohon Taru Menyan.

Tidak semua orang mati bisa diletakkan di makam ini. Tentu saja ada persyaratannya, mulai dari status hingga kematian yang wajar atau tidak./RES

 


Editor: Resti
    Bagikan: