Dinkes Kota Bandung Optimis Sebelum Juni Semua Guru Sudah Divaksin

Jawa Barat —Selasa, 6 Apr 2021 18:36
    Bagikan:  
Dinkes Kota Bandung Optimis  Sebelum Juni Semua Guru Sudah Divaksin
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Rosye Arosdiani. (foto:aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG
Dinkes Kota Bandung terus berupaya mengakselerasi vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan agar saat tahun ajaran baru dimulai Juni-Juli 2021, semua sudah divaksin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Rosye Arosdiani mengatakan, saat ini, yang baru divaksin 2.300 tenaga pendidik. 

"Jumlah tersebut masih minim karena tenaga pendidik yang harus divaksin mencapai 33.886 orang," katanya di Balai Kota, Selasa (06/04/2021).

Meski begitu, Dinkes Kota Bandung optimis bisa menyelesaikan proses vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan sebelum bulan Juli mendatang.

"Ya, kekejar karena kita melaksanakan 500 satu kecamatan, dikali 30 kecamatan ya 15 ribu sehari, jadi dengan dua kali pelaksanaan kita sudah bisa menyelesaikan, jadi tidak semuanya di satu tempat, kecil-kecil tapi banyak," ungkapnya.

Vaksinasi Massal Tingkat Kecamatan

Rosye menuturkan, pihaknya telah sukses melakukan uji coba vaksinasi secara massal di tingkat kecamatan. Atas dasar tersebut, pihaknya akan segera menerapkan vaksinasi secara massal di kecamatan-kecamatan yang dapat memenuhi standar.

"Tenaga pendidik kita sedang buat konsep, guru itu banyak sekali tersebar dimana-mana dan untuk persiapan belajar tatap muka, kami buat konsepnya vaksinasi itu dilakukan per kecamatan, jadi akan breakdown di 30 kecamatan," ujar Rosye.

"Ternyata bisa dilaksanakan sebanyak 500 orang, tergantung kesiapan di kecamatan, jadi yang melaksanakan seluruh pos kesehatan di sana, bakal mulai dilakukan minggu depan dimasing-masing wilayah," imbuhnya

Sementara itu, untuk penyuntikan tenaga kesehatan saat ini jumlahnya sudah mencapai 30.464 orang atau 123 persen. Lalu, untuk penyuntikan Lansia sudah 78.099 orang atau sekitar 55 persen.  "Pelayanan publik sudah mencapai 105.975 orang, saya lupa itu persenannya berapa, hampir 60 persen berarti," tandasnya.  (Aris)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait