Disdagin Kota Bandung Imbau Pedagang tidak Coba-coba Menimbun Barang

Jawa Barat —Selasa, 6 Apr 2021 20:27
    Bagikan:  
Disdagin Kota Bandung Imbau Pedagang tidak Coba-coba Menimbun Barang
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah di Balai Kota, Jl Wastukencana Kota Bandung, Selasa (06/04/2021). (foto:aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengimbau kepada para pelaku perdagangan tak coba-coba untuk menimbun barang. Kalau nekad bertindak curang, Tim Satgas Pangan yang dikomandoi oleh Polrestabes Bandung akan mengincar para penimbun.

Hal tersebut di atas dikatakan Elly dalam acara Bandung Menjawab yang berlangsung Balai Kota, Jl Wastu Kencana, Kota Bandung, Selasa (06/04/2021).

“Kalau ada pedagang yang bermain menimbun untuk memperoleh keuntungan yang tinggi jelas nanti Satgas Pangan Kota Bandung akan turun dan melihat siapa yang bermain menaikan harga tidak pada tempatnya,” tegasnya.

Soal stok ketersediaan bahan pangan di Kota Bandung jelang bulan Ramadhan, Elly memastikan saat ini masih aman. Walaupun demikian, dia mengimbau masyarakat tidak belanja secara berlebihan.

Elly juga mengatakan saat ini Disdagin Kota Bandung sudah mengonfirmasi ke gudang Bulog, agar distributor pangan dan sejumlah gudang ritel untuk memastikan ketersediaan stok pangan.

“Perlu kami tegaskan kembali stok ketersediaan semua komoditas dalam kondisi aman dan tersedia. Tidak hanya menjelang Ramadhan tapi insyaallah sampai Idulfitri,” terangnya.

BACA JUGA: Hilangnya Uang Nasabah di ATM, YLPKN Jabar Minta BRI Bisa Selesaikan dengan Cepat


Harga Masih Relatif Stabil

Dijelaskan Elly, dari pantauan harga bahan pangan di pasar tradisional masih relatif stabil. Sekalipun terdapat kenaikan, masih dalam batas wajar sehingga belum memerlukan intervensi melalui Operasi Pasar Murah (OPM).

“Bahkan harga telur kini masih di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi). Pemkot Bandung akan lakukan operasi pasar saat kenaikan tidak wajar,” ujarnya.

Elly menuturkan setiap hari Kamis, tim dari Disdagin terjun ke lapangan untuk memantau harga. Dari komoditas cabe rawit merah yang sebelumnya melejit kini justru perlahan sudah mulai menurun di bawah Rp100 ribu per kilogram dengan batas paling bawah di kisaran Rp80 ribu per kilogram.

“Kenapa bisa turun? Itu karena bulan April ini beberapa produsen cabe rawit merah memasuki masa panen. Mudah-mudahan sampai nanti ini masa panen masih cukup panjang,” pungkasnya. (Aris)

BACA JUGA: Tim Persib Bandung Batal Berlatih, Agendanya Jadi Vaksin Covid-19 Dosis Kedua


Editor: Suherlan
    Bagikan: