Ketahui Aturan dari Kemenag Jalankan Sholat Tarawih dan Idul Fitri 2021

Nasional —Rabu, 7 Apr 2021 11:11
    Bagikan:  
Ketahui Aturan dari Kemenag Jalankan Sholat Tarawih dan Idul Fitri 2021
image/itjen.kemenag.go.id

POSKOTAJABAR,BANDUNG

Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan panduan sholat tarawih dan Idul Fitri 2021.

Menteri Agama Yaqut Cholil menegaskan panduan sholat tarawih dan Idul Fitri 2021 yang diterbitkan Kemenag ini bertujuan untuk memberikan tata cara pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Aturan sholat tarawih dan Idul Fitri 2021 ini diterbitkan Kemenag lantaran situasi dan kondisi yang masih dalam bayang-bayang pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Cabut Telegram Larangan Media Tampilkan Kekerasan Polisi

Selain itu, paduan sholat tarawih dan Idul Fitri 2021 yang diterbitkan Kemenag ini untuk mencegah penyebaran Covid-19, serta melindungi masyarakat dari penularan virus tersebut selama menunaikan ibadah di bulan Ramadhan 2021.

Panduan sholat tarawih dan Idul Fitri 2021 ini diterbitkan dalam bentuk surat edaran, dan ditanda tangani langsung oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil.

Panduan ibadah sholat ini ditujukan untuk Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushala, agar diberitahukan kepada seluruh masyarakat di tiap daerah.

“Surat Edaran ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadan dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang," jelas Yaqut Cholil di Jakarta, pada Senin, 5 April 2021.

BACA JUGA: Kuota Formasi di Sekolah Kedinasan Kemenkumham 2021, Cek Jadwal Pendaftarannya

Adapun isi panduan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.
  2. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.
  3. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
  4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:
  • Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/mushala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.
  • Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.
  • Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat
  • Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.
  • Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan.

BACA JUGA: Wapres Resmikan Pasar dan Tinjau Vaksinasi Covid-19, Bertolak ke Pariaman

  • Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasll ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.
  • Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.
  • Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat. 
  • Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah.
  • Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

Dengan demikian, menuju Ramadhan 2021, sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus, agar masyarakat terlindungi dari penularan Covid-19, Kemenag terbitkan panduan sholat tarawih dan idul fitri 1442 H.

BACA JUGA: Ketahui Aturan dari Kemenag Jalankan Sholat Tarawih dan Idul Fitri 2021


Editor: Reza
    Bagikan: