Mentri Perdagangan: Harga Beberapa Komoditas Akan Naik Secara Signifikan

Nasional —Rabu, 7 Apr 2021 12:14
    Bagikan:  
Mentri Perdagangan: Harga Beberapa Komoditas Akan Naik Secara Signifikan
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam Dialog Gerakan Ekspor Nasional (Diginas) dengan ‘Target Ekspor Negara Sahabat’ secara virtual, Selasa (6/4/2021). (ist)

POSKOTAJABAR,BANDUNG

Indonesia akan memasuki periode supercycle dalam perekonomian dunia pada masa pendemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, dalam beberapa waktu ke depan.

Pada periode ini, harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan. Demikian dikatakan  Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam Dialog Gerakan Ekspor 

Nasional (Diginas) dengan ‘Target Ekspor Negara Sahabat’ yang dilaksanakan secara virtual, hari ini, Selasa (06/04/2021). 

Diginas digekar dengan narasumber Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi, serta Ekonom INDEF Drajad Wibowo.

BACA JUGA: Ketahui Aturan dari Kemenag Jalankan Sholat Tarawih dan Idul Fitri 2021

"Indonesia akan memasuki periode supercycle, dimana harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan, terutama komoditas dasar, yang diakibatkan pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelah pandemi," jelas Mendag.

Menurut Mendag, beberapa komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut adalah minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga. 

Ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi periode supercycle. Beberapa tahun lalu, Indonesia telah mengalaminya dan seperti periode sebelumnya, periode supercycle kali ini diharapkan juga akanmembawa keberuntungan dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," ujar Mendag.

Selain supercycle, ada beberapa hal lain yang juga akan menjadi tren perdagangan Indonesia ke depan.  Tren pertama adalah munculnya investasi yang terjadi karena adanya pasar yang besar.

BACA JUGA: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Cabut Telegram Larangan Media Tampilkan Kekerasan Polisi

Hal itu dapat  dilihat melalui sektor otomotif, dimana pada sektor tersebut banyak muncul investasi yang disebabkan  besarnya pasar otomotif di Indonesia.

Tren kedua, komoditas dasar Indonesia memberikan keunggulan komparatif (comparative advantage)  yang baik. Dengan memiliki keunggulan tersebut, maka Indonesia mampu menghasilkan barang dan  jasa dengan biaya yang sangat bersaing. Hal ini dapat dilihat dari produksi stainless steel Indonesia,  dimana Indonesia merupakan produsen kedua terbesar di dunia.

Tren ketiga, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tinggi. Salah satu contohnya, komoditas  perhiasan yang merupakan komoditas unggulan ekspor nonmigas Indonesia. Dengan sumber daya alam dan manusia yang saling mendukung, Indonesia mampu menghasilkan produk perhiasan berdaya saing di pasar dunia.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki tersebut, lanjut Mendag, diharapkan nantinya akan banyak negara yang menjadi mitra khusus Indonesia. Terutama Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok. 

"Negara-negara tersebut tak hanya sekedar menjadi mitra dagang, namun juga menjadi sumber 

investasi perekonomian nasional dengan produk-produk yang menjadi pilar utama ekspor nonmigas Indonesia," pungkas Mendag. (rizal)

BACA JUGA: Mentri Perdagangan: Harga Beberapa Komoditas Akan Naik Secara Signifikan

Editor: Reza
    Bagikan: