Kejagung Sita Mobil Mewah Lexus dan 328 Bidang Tanah dari Tersangka Korupsi Asabri

Nasional —Kamis, 8 Apr 2021 07:21
    Bagikan:  
Kejagung Sita Mobil Mewah Lexus dan 328 Bidang Tanah dari Tersangka Korupsi Asabri
Sebuah mobil Lexus dan 328 Bidang Tanah disita Kejagung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dari dua tersangka dugaan korupsi PT Asabri yang merugikan negara Rp 23 Trilliun. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Sebuah mobil mewah Lexus bernopol B 16 SLR disita Kejaksaan Agung (Kejagung) dari tersangka dugaan korupsi PT Asabri, berinisial HH. Turut disita pula 328 bidang tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dari tersangka berinisial BTS, Rabu (07/04/2021).

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) kembali melakukan tindakan penyitaan barang bukti dugaan korupsi PT Asabri rugikan Negara Rp 23 Trilliun.

“Aset tersangka yang berhasil disita kali ini adalah aset yang terkait tersangka HH berupa satu mobil Lexus Nomor Polisi B 16 SLR, yang merupakan hasil penggeledahan Kantor PT IIKP di Kembangan Jakarta Barat pada Selasa 06 April 2021,” kata Leonard.

BACA JUGA: Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa Lepas Satgas Penanggulangan Bencana ke NTB dan NTT

Barang bukti tersebut disita dari Susanti Hidayat selaku Direktur Utama PT Inti Kapuas Arwana Internasional (adik kandung Tersangka HH). Selanjutnya, penyitaan terhadap benda bergerak berupa mobil tersebut akan dimintakan persetujuan penyitaan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat. 

Selain itu dari tersangka BTS, Kejagung sita 328 aset bidang tanah dan/atau bangunan diatasnya dengan status sertifikat HGB yang luas seluruhnya kurang lebih 193 (seratus sembilan puluh tiga) hektar, yang terletak di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Penyitaan bidang tanah dan/atau bangunan diatasnya tersebut, telah mendapatkan Izin Ketua Pengadilan Negeri Cibinong dengan Surat Penetapan Nomor: 10/Pen.Pid /2021/PN.Cbi. tanggal 06 April 2021.

BACA JUGA: Beberapa Kapal TNI AL Bergerak Cepat Membawa Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

“Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya,” tuturnya. (Poskota/nst)

 

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait