SMKN 1 Krangkeng Kabupaten Indramayu Rencanakan Belajar Tatap Muka Secara Giliran

Pendidikan —Jumat, 9 Oct 2020 07:21
    Bagikan:  
SMKN 1 Krangkeng  Kabupaten Indramayu  Rencanakan  Belajar Tatap Muka Secara Giliran
Wakil Humas SMKN 1 Krangkeng, Saekhu,S.Pd, M.T. (Foto:Yan)


 

INDRAMAYU, POSKOTA JABAR.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di berbagai pendidikan formal yang menerapkan sistem daring  agaknya masih menemui kendala yang cukup mendasar,  yaitu  masalah kepemilikan handphone atau HP. Belum tentu seluruh siswa yang mengikuti KBM sistem daring memiliki HP.

 Kendala lainnya, menyangkut  soal pembelian kuota  yang membebani orang tua, karena  jumlahnya tidak sedikit.  Dua kendala yang terungkap pada implementasi KBM sistem daring ini disikapi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Krangkeng. 

Guna memecahkan problema itu, SMKN 1 Krangkeng mengundang para wali murid duduk bersama menyikapi pelaksanaan KBM sistem daring.

 Kepala SMKN 1 Krangkeng, Drs. Rachmat Heriwan, M.Pd melalui bagian Humas, Unayah,S.Pd didampingi Wakil Humas, Saekhu,S.Pd, M.T mengemukakan, pihak sekolah mengundang wali murid mengikuti rapat pembahasan rencana pembelajaran dengan sistem “Tamu” (Tatap Muka). Rapat pembahasan pembelajar sistem tatap muka, dihadiri wali kelas 10, 11 dan 12.

 Dalam rapat tersebut wali murid sebagian merespons diadakan KBM Tatap Muka. Mereka menilai  KBM sistem daring banyak menemui kendala. “Kendala yang cukup mendasar adalah soal HP, karena seluruh siswa belum tentu memiliki HP. Faktor lainnya yaitu masalah pembelian kuota yang jumlahnya cukup besar sehingga membebani orang tua,” ujar Unayah.

 Persiapan mengimplementasikan Belajar Tatap Muka dinilai sudah maksimal. Misalnya,  sekolah telah mempersiapkan tempat cuci tangan untuk siswa dan guru yang akan melaksanakan Belajar Tatap Muka.

 Meskipun demikian, KBM Tatap Muka tergantung perkembangan  Covid-19 di zona masing-masing. Wilayah Zona Merah KBM hanya 25 %. Wilayah Zona Kuning KBM 50 %. Dan  Zona Ungu KBM 75%.

 Kepastian Belajar Tatap Muka masih menunggu hingga Minggu depan, setelah mendapat keputusan dari hasil rapat wali murid. “Rencananya Belajar Tatap Muka menggunakan sistem giliran. Kapasitas tiap ruang atau kelas  hanya menampung 50 %. Mengenai waktu  KBM dipersingkat mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB . Setiap materi pelajaran yang disampaikan pada siswa hanya butuh waktu 30 menit.

 Selama melaksanakan Belajar Tatap Muka siswa tak boleh menggunakan pakaian seragam sekolah.  “Untuk menghindari penularan Covid-19 siswa harus membawa bekal makanan dari rumah. Demikian juga untuk shalat,  siswa harus membawa sajadah dari rumah,” ujarnya.

Imbauan  ini diberlakukan guna memenuhi Protokol Kesehatan yang diberikan pada sekolah. Sejak merebaknya virus corona, SMKN 1 Krangkeng tetap mematuhi aturan Protokol Kesehatan, katanya. (Yan)

 

 

Area lampiran

BalasBalas ke semuaTeruskan

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait